Breaking News:

Berita Salatiga

Pasca Revitalisasi, Dinas Perdagangan Jamin Pedagang Kembali Berjualan di Pasar Rejosari Salatiga

Dinas Perdagangan Salatiga menjamin seluruh pedagang Pasar Rejosari dapat berjualan pasca revitalisasi.

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: sujarwo
Istimewa
Wali Kota Salatiga Yuliyanto bersama Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Kusumo Aji saat menerima audiensi aktivis mahasiswa HMI di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (23/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dinas Perdagangan Kota Salatiga menjamin seluruh pedagang Pasar Rejosari atau lebih dikenal dengan Pasar Sapi dapat kembali berjualan pasca revitalisasi selesai dikerjakan. 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Kusumo Aji mengatakan sebelumnya terdapat sekelompok orang yang mencoba mempengaruhi pedagang bahwasanya seusai pembangunan tidak diijinkan kembali berjualan. 

"Padahal proses itu sudah selesai dengan pedagang. Tapi ini tadi teman-teman aktivis HMI ingin audiensi mendengar langsung dari Wali Kota. Pedagang aktif juga sudah kami data total ada 120 orang," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (23/4/2021) 

Menurut Kusumo Aji, selama proses pembangunan pasar berjalan nantinya pedagang yang memiliki ijin berjualan tersebut akan direlokasi ke Pasar Andong di Jalan Osamaliki sampai revitalisasi rampung. 

Ia menambahkan, pelaksanaan pembangunan Pasar Rejosari akan dimulai Mei 2021. Sejauh pengerjaan pasar berjalan pedagang juga tidak dikenakan biaya atau ijin sewa berjualan. 

"Pokoknya saya jamin pedagang resmi, begitu pasar selesai dibangun dapat langsung kembali berjualan. Semua pedagang sudah setuju, masa ijin sendiri maksimal tiga tahun, setelah habis baru diperpanjang," katanya

Dia menyatakan, sebelumnya sempat tidak semua pedagang setuju direlokasi meskipun demikian sebagian yang menolak diduga karena adanya provokasi. 

Meski demikian lanjutnya, sampai sekarang keseluruhan pedagang telah menyetujui. Mereka rata-rata berjualan sayur, kebutuhan sembako, dan ikan. Target pembangunan selesai pada akhir tahun 2021.

"Nanti kalau pembangunan sudah selesai sesuai ketentuan biaya sewa dan mekanisme berlaku akan disosialisasikan kembali," ujarnya 

Pihaknya mengungkapkan, proyek revitalisasi Pasar Rejosari menelan anggaran Rp 25 miliar. Sebelumnya hampir 13 tahun sejak mengalami kebakaran pada 2008 silam kondisi pasar terbengkalai. 

Usulan rencana pembangunan kembali pasar tradisional itu sebelumnya berungkali gagal sampai kemudian disetujui.

Adapun konsep revitalisasi akan terdapat perubahan desain dengan menonjolkan tata ruang terbuka hijau. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved