Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hari Bumi

Peringati Hari Bumi, SMPN 2 Kedawung Sragen Tanam Pohon

Peringati Hari Bumi, siswa-siswi SMPN 2 Kedawung, Sragen tanam puluhan bibit pohon Pucuk Merah dan Ketapang Mini, Kamis (22/4/2021).

Tayang:
Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Peringati Hari Bumi, Siswa-siswi SMPN 2 Kedawung, Sragen ketika melakukan penanaman pohon di lingkungan sekolah, Kamis (22/4/2021) 

Penulis : Mahfira Putri Maulani

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Peringati Hari Bumi, siswa-siswi SMPN 2 Kedawung, Sragen tanam puluhan bibit pohon Pucuk Merah dan Ketapang Mini, Kamis (22/4/2021).

Tidak hanya di taman di lingkungan sekolah, para siswa-siswi kelas 8 dan 9 ini juga menanam bibit pohon di luar lingkungan sekolah.

Sebelum melakukan penanaman, sejumlah siswi nampak membawa spanduk dan melakukan orasi untuk mengkampanyekan penghijauan.

Siswa-siswi ini dibagi menjadi dua aksi, yakni kelas 8 melakukan aksi penanaman dilakukan diluar lingkungan sekolah dan memberikan bibit kepada masyarakat.

Sedangkan kelas 9 melakukan aksi penanaman pohon di dalam lingkungan sekolah. Mereka melakukan aksi disela-sela Ujian Sekolah.

"Kegiatan Hari Bumi ini bertema restore our earth atau pulihkan bumi kita yang dilakukan kelas 8 dan 9. Meskipun kelas 9 sedang melaksanakan ujian sekolah."

"Aksi penanaman dilakukan disaat jam istirahat jadi memanfaatkan waktu istirahat," kata Kepala SMPN 2 Kedawung Sragen, Sulistyadewi kepada Tribunjateng.com.

Sulistyadewi melanjutkan bumi harus diselamatkan karena perilaku buruk manusia seperti menggunduli hutan, menggunakan pestisida berlebihan, pencemaran limbah, limbah plastik dan lain-lain.

Tidak hanya dalam memperingati hari bumi ini, pihaknya selalu mendorong kesadaran anak-anak utk menjaga bumi dari kerusakan ekosistem dunia.

Menurutnya cara yang paling sederhana untuk menyelamatkan bumi ialah penghijauan atau penanaman pohon.

Selain itu, pihaknya juga mengajak siswa untuk mengurangi penggunaan sepeda motor saat berangkat sekolah.

"Kita mulai dari yang sederhana saja, misalnya menanam banyak pohon seperti yang sudah dilaksanakan, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, mengumpulkan koran bekas," katanya.

Dia mengatakan sejak zonasi, siswa-siswinya merupakan warga sekitar. Sehingga dengan berangkat menggunakan sepeda onthel selain dekat bisa mengurangi polusi udara.

Ia melanjutkan selain mengurangi polusi udara, dengan mengendarai sepeda onthel menuju ke sekolah juga bermanfaat untuk menjaga kebugaran siswa.

"Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap anak-anak mulai hari ini dan seterusnya berusaha untuk menjaga, agar bumi salalu sehat. Kenapa? Karena kita hidup di atasnya," tandasnya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved