Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Mimpi Besar Imam Shamsi Ali Mendirikan Pondok Pesantren di Amerika Serikat (1) : Sempat Galau

Imam Besar di Islamic Center of New York Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali melalui yayasannya Nusantara Foundation menginisiasi pembangunan pesantren

Editor: rustam aji
BBC Indonesia
Shamsi Ali saat memberikan khotbah di pusat komunitas Jamaica Center, Queens, New York. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Imam Besar di Islamic Center of New York Amerika Serikat (AS), Imam Shamsi Ali melalui yayasannya Nusantara Foundation menginisiasi pembangunan pesantren pertama di Amerika Serikat.

Shamsi Ali mendirikan Nusantara Foundation dengan harapan ingin menyadarkan masyarakat dunia, agar tidak lagi mempersepsikan Islam itu hanya agama untuk orang Arab atau Timur Tengah. Karenanya ia menggunakan kata Nusantara di depan."Kadang dunia barat ini, kalau mereka berimajinasi tentang orang Islam. Imajinasi mereka adalah orang tinggi besar, memakai jubah, janggut panjang, pakai sorban. Berdiri di padang pasir dengan pedang di samping onta. Ini kan konotasi yang buruk," ujar Shamsi Ali.

Disampaikan Shamsi saat berdiskusi dengan Staf Direksi Nur Hasanah dan Cecep Burdansyah, serta jajaran redaksi Tribun Network. Di kesempatan itu, ucap Shamsi, Islam kerap kali dipandang dunia barat sebagai agama yang tidak demokrasi, tidak menghormati wanita, dan tidak memiliki kebebasan. "Stigma ini harus kita ubah dengan menampilkan Indonesia sebagai role model atau contoh tauladan," tutur Shamsi.

Saat ini, kata dia, Nusantara Foundation tengah fokus dalam program mendirikan pondok pesantren pertama di Amerika Serikat. Shamsi bersyukur, mimpi besarnya itu perlahan mulai terwujud. Melalui dana yang dikumpulkan melalui fund raising, Nusantara Foundation telah memiliki lahan seluas 7,5 hektare."Akan ditambah lagi 3,1 hektare jadi 10 hektare lahannya," tutur Shamsi.

Sengaja, kata dia, dana dikumpulkan berasal dari Indonesia. Karena Shamsi berkeinginan agar pondok pesantren ini menjadi kontribusi Indonesia di dalam gelanggang dakwah global. "Kalau ini bisa didirikan ini menjadi representasi kecil dari pada kehebatan Indonesia kita. Nanti ada rumah-rumah adat Nusantara ada Rumah Adat Minang, Sulawesi, Jawa, dan sebagainya. Di rumah-rumah ini akan kita tampilkan tradisi-tradisi budaya, dan produk-produk lokal yang ada di negara kita. Untuk display bagi mereka yang ingin tahu kekayaan Indonesia," tuturnya.

"Jadi mimpi ini, mimpi besar, Insha Allah kita serahkan kepada Allah dan bisa terlaksana," sambungnya.

Berikut petikan wawancara khusus Tribun Network bersama Imam Shamsi Ali:

Bagaimana Anda bisa menjadi Imam Besar di New York? Dan apa saja Aktivitas Anda saat ini?

Sebagai seorang putra bangsa yang cukup banyak di luar negeri. Saya meninggalkan Indonesia sejak umur 18 tahun, selesai pesantren saya ke Pakistan kuliah 7 tahun untuk S1 dan S2.

Kemudian mengajar di Saudi Arabia 2 tahun. 1996 saya diundang ke kota New York untuk menjadi imam. Sejauh saya berjalan saya kok semakin ada kebanggaan terhadap Indonesia. Ternyata Indonesia negara yang dahsyat.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved