Breaking News:

Berita Banyumas

Pegawai Menggelapkan Uang Setoran, Minimarket di Banyumas Merugi Ratusan Juta Rupiah

TT (27) seorang laki laki warga Karanglewas, diamankan Unit Reskrim Polsek Baturraden karena diduga menggelapkan uang setoran sebuah minimarket di des

TRIBUNBANYUMAS/Ist.
TT (27) warga Karanglewas, diamankan Unit Reskrim Polsek Baturraden saat diperiksa karena diduga menggelapkan uang setoran sebuah minimarket di desa Rempoah, Baturraden tempatnya bekerja, Kamis (22/4/2021).  

Penulis: Permata Putra Sejati 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - TT (27) seorang laki laki warga Karanglewas, diamankan Unit Reskrim Polsek Baturraden karena diduga menggelapkan uang setoran sebuah minimarket di desa Rempoah, Baturraden tempatnya bekerja, Kamis (22/4/2021). 

Plt Kapolsek Baturraden, Iptu Karseno mengatakan kejadian tersebut diketahui Rabu (21/4/2021) saat ada laporan dari Gilang (31). 

Pelapor menerima kabar dari kantor pusat yang memberitahukan tentang uang sales toko IP tidak masuk ke rekening PT IP Cabang Jogja sejak 16 April 2021. 

Setelah menerima kabar tersebut, kemudian pelapor meminta kepada saksi Uswatun (35) mengecek langsung ke toko dan bertemu dengan saksi Sutikno (26) yang kemudian memberitahukan tentang tiga lembar slip penyetoran Bank BRI tersebut. 

Keesokan harinya, saat saksi mengkonfirmasi kepada petugas Bank BRI Rempoah tentang slip tersebut, namun dari pihak Bank BRI menjelaskan tidak ada penyetoran sesuai dengan slip tersebut. 

Kemudian pelapor bersama saksi berkomunikasi dengan TT yang akhirnya TT datang ke toko. 

"Dan setelah ditanyai tentang hal tersebut, ternyata terlapor TT mengakui telah menggunakan uang tersebut untuk trading online dan membayar hutang. 

Atas kejadian tersebut PT IP mengalami kerugian total Rp. 187 juta," Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Berry kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (24/4/2021). 

Kasat Reskrim menambahkan saat ini TT diamankan beserta barang bukti berupa tiga lembar slip penyetoran Bank BRI tertanggal 18,19,20 April 2021 dengan tujuan atas nama PT IP. 

Kemudian enam lembar slip penjualan tutup harian tertanggal 16,17,18,19,20,21 April 2021, tiga lembar slip gaji an. TT, satu lembar surat keterangan no. 01471/B1.04/HRD-YOG/IV/2021, dua lembar surat pernyataan yang ditandatangani oleh TT diamankan guna penyidikan lebih lanjut. 

TT dijerat dengan Pasal 374 KUHP dengan ancaman pidana paling lama lima tahun penjara. (Tribunbanyumas/jti) 

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved