Breaking News:

Berita Kudus

Rasa Selalu Terjaga, Kue Keciput Barokah 78 Bertahan Selama 32 Tahun

Kue kering selalu menjadi pelengkap pada saat tibanya Hari Raya Idulfitri. ‎Selain kue kastangel dan nastar, juga ada kue keciput yang identik selalu

Penulis: raka f pujangga | Editor: m nur huda

‎"Kenaikannya Ramadan ini sudah sampai dua kali lipatnya daripada sebelumnya," ujarnya.

Kendati demikian, jika dibandingkan kondisi Ramadan sebelum pandemi. Penjualan kue keciputnya jauh lebih menggembirakan.

"Karena satu bulan bisa sampai empat kwintal. Kalau sekarang susah, tapi ya kalau dibandingkan 2020 kemarin lebih baik," jelas dia.

Guna memenuhi pesanan yang meningkat, pihaknya harus menambah jumlah pegawai dari tiga orang menjadi lima orang sejak sepekan sebelum memasuki Ramadan.

‎Pesanan kue keciput sudah ramai dikirimkan ke sejumlah daerah di antaranya Tangerang, Pekalongan, dan wilayah eks karesidenan Pati.

Bahkan produknya pernah sampai ke Belanda, saat seorang turis tengah mencari oleh-oleh dari Kabupaten Kudus.

"Pernah sampai Belanda, dibawa untuk oleh-oleh," ujar wanita yang sudah melanjutkan usaha keluarga sejak 1993 itu.

Sementara itu, Esti Anindiani (51), warga Jati Kulon‎ mengatakan sudah menjadi langganan membeli kue keciput di sana untuk kudapan Lebaran.

Menurutnya, kue keciput dan widaran merupakan makanan wajib yang harus ada saat berkumpul bersama keluarga pada Hari Raya Idulfitri.

‎"Rasanya ada yang kurang kalau saat Lebaran nggak ada kue keciput dan widaran. Dan memang kue ini sudah wajib ada saat Lebaran," imbuhnya.

Bahkan, karena ada larangan mudik pada tanggal 6-17 Mei 2021 itu juga membuatnya harus mengirimkan kue itu kepada keluarga.

"Karena nggak bisa mudik, rencananya mau saya kirimkan untuk oleh-oleh ke Bandung," ucap dia. (raf)
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved