Breaking News:

Berita Semarang

Ancaman Hendi Tak Akan Beri TPP Jika ASN Pemkot Semarang Nekat Mudik Lebaran 2021

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melarang aparatur sipil negara (ASN) dan warga Kota Semarang melakukan mudik saat momentum Idulfitri 2021

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI
Wali Kota Semarang, Hendrar PrihadiĀ  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melarang aparatur sipil negara (ASN) dan warga Kota Semarang melakukan mudik saat momentum Idulfitri 2021.

Hal itu untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Hendi, sapaannya, telah menyiapkan sanksi bagi ASN Pemerintah Kota Semarang yang nekat melakukan mudik.

Sanksi tersebut berupa pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebesar 100 persen alias tidak mendapatkan TPP.

"Kami sudah buat edaran teman-teman ASN dilarang mudik apapun alasannya.

Misal, saat sidak kedapatan ada yang mudik atau ada laporan warga, TPP bulan depan saya potong 100 persen jadi mereka tidak dapat TPP," papar Hendi, usai rapat persiapan jelang Idulfitri, di sitroom Balai Kota Semarang, Kamis (26/4/2021).

Dengan sanksi tersebut, Hendi berharap ASN di Kota Semarang tidak melakukan mudik dan bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam rangka memutus penyebaran Covid-19. 

Di sisi lain, Hendi memaparkan, Pemerintah Kota Semarang akan memberlakukan kembali work from home (WFH) atau bekerja dari rumah mulai 1 Mei mendatang.

Dia meminta masing-masing kepala dinas mengatur pegawainya dengan sistem 50 persen WFH dan 50 persen work from office (WFO) atau bekerja dari kantor. Upaya ini untuk mengurangi penularan kasus Covid-19 di lingkungan pemerintahan.

"Kita ini kruntelan lagi kaya tidak covid-19 makanya kami kurangi 50 persen," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala BKPP Kota Semarang, Litani Satyawati mengatakan, Pemkot Semarang telah menerbitkan surat edaran nomor B/1637/860/IV/2021 tentang pembatasan berpergian ke luar daerah dan/atau mudik nagi ASN dalam masa pandemi.

"Kami sudah mengeluarkan surat edaran. Kami melarang keras teman-teman mudik," tegas Litani.

Selain larangan mudik, Litani melanjutkan, ASN tidak boleh mengajukan cuti selama periode tersebut kecuali cuti melahirkan dan cuti sakit.

Pihaknya telah memberikan imbauan kepada seluruh kepala dinas agar tidak memberikan izin cuti kepada pegawainya pada tanggal yang berhimpitan dengan libur Idulfitri. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved