Breaking News:

Ganjar Pranowo

Ganjar Minta Warga Wadas Purworejo Duduk Bareng: Tidak Boleh Ada Bentrok

Menurutnya, masyarakat membutuhkan penjelasan secara detail terkait proyek strategis nasional pembangunan Bendung Bener Purworejo.

Istimewa
Gubernur Ganjar Pranowo. 

penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Terkait bentrokan aparat kepolisian dan warga Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo pada Jumat (23/4/2021), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta agar semua pihak menahan diri.

"Pesan saya tidak boleh ada bentrok, tidak boleh ada ribut, tidak ada kekerasan," kata Ganjar, Senin (26/4/2021).

Sosialisasi lebih intensif kepada warga, kata dia, menjadi kunci.

Sehingga ditemukan solusi dan semua pihak bisa legawa menerimanya.

Ganjar pun meminta pemerintah kabupaten dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak untuk melakukan sosialisasi kembali kepada warga.

Semua pihak diharapkan agar duduk bersama, berkomunikasi dan berdialog.

"Hari ini pemerintah kabupaten melakukan sosialisasi kembali. Sekarang duduk (musyawarah) bareng lagi saja. Berkomunikasi intensif dan diajak berdialog, dijelaskan secara terbuka," jelasnya.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan penjelasan secara detail terkait proyek strategis nasional pembangunan Bendung Bener Purworejo.

Beberkan juga dampak atau kerusakan yang timbul akibat proyek tersebut. Setelah itu, dijelaskan juga upaya reklamasi atau upaya untuk melestarikan alam kembali.

"Dibeberkan ini loh programnya. Kan ada yang setuju, banyak. Yang tidak setuju mungkin punya argumentasi sendiri, mereka yang tidak setuju juga baik untuk dijelaskan," katanya.

Sebetulnya, lanjutnya, masyarakat Purworejo membutuhkan infrastruktur berupa penampungan air seperti halnya bendungan tersebut. Terutama, masyarakat yang bekerja sebagai petani.

Karena kondisi dimana petani Purworejo membutuhkan aliran air sehingga pemerintah provinsi menyiapkan proposal dan lobi-lobi ke pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur bendungan.

"Mestinya ada pengorbanan. Kalau ada kerusakan, tinggal dihitung kerusakannya berapa. Dijelaskan semuanya agar dapat win-win solution," imbuhnya.

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved