Breaking News:

Pencarian Kapal Selam Nanggala

Kata Pakar Soal Keretakan Besar Kapal Selam KRI Nanggala 402 di Kedalaman Perairan Utara Bali

Terjadi keretakan besar di Kapal Selam KRI Nanggala-402, sehingga membuat kapal tenggelam ke kedalaman 850 meter.

ANTARA FOTO/Syaiful Arif/rwa
FOTO ARSIP - Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan tahun 1952 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017). 

TRIBUNJATENG.COM - Terjadi keretakan besar di Kapal Selam KRI Nanggala-402, sehingga membuat kapal tenggelam ke kedalaman 850 meter.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Staf TNI AL (KSAL), Laksamana Yudo Margono dalam konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).

Lantas, apakah keretakan tersebut membuat air masuk ke dalam kapal selam?

Pakar Kelautan ITS Surabaya, Wisnu Wardhana menyampaikan, KRI Nanggala-402 diperkirakan kemampuannya sudah berkurang.

Baca juga: Kronologi Kapal Selam KRI Nanggala-402 Ditemukan ROV Singapura & Upaya Evakuasi 

Baca juga: Suasana Duka di Rumah Letkol Laut (P) Heri Oktavian Komandan Kapal KRI Nanggala 402 Tenggelam

Saat ini, kemampuan kapal selam tersebut tidak bisa lebih dari 200 meter.

"Kapal ini awalnya tahun 1980 itu didesain maksimum ketenggelamannya 300 meter."

"Sekarang dengan pertambahan umur 40 tahun itu, saya perkirakan kemampuan kapal selam Nanggala ini tidak lebih dari 200 meter, berkurang kemampuannya," ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Minggu (25/4/2021).

Kemudian, Wisnu menyebut, tekanan KRI Nanggala-402 sebanyak 80 bar.

"Tekanan hidrostatik air hanya 20 bar, karena setiap 10 meter kenaikan tekanan 1 bar."

"Sekarang ada info kapal ini berada di 800 meter di bawah permukaan air. Artinya tekanan yang menimpa kapal selam ini adalah 80 bar," kata dia.

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved