Breaking News:

Berita Salatiga

Menengok Sanggar Seni Kaligrafi Alif di Salatiga, Karyanya Diminati hingga Luar Negeri

Papan-papan berlukiskan huruf Arab terlihat berjajar di ruangan berukuran 4 x 2 meter itu.

TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Abdul Gani saat mengerjakan lukisan kaligrafi Arab pesanan pembeli di Sanggar Seni Kaligrafi Alif, Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Senin (26/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Papan-papan berlukiskan huruf Arab terlihat berjajar di ruangan berukuran 4 x 2 meter itu. Ada yang sebagian digantung pada dinding ruangan, sebagian lagi hanya disandarkan ke tembok.

Berbagai seni tulisan kaligrafi yang menggambarkan ayat-ayat Alquran terpajang di Sanggar Seni Kaligrafi Alif, Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Sanggar kaligrafi tersebut milik Abdul Gani yang telah berdiri sejak 2010 lalu. Disana, pada hari biasa banyak anak-anak dari tingkat SD sampai umum belajar menulis khat dengan indah. Tapi siang itu, dia hanya seorang diri, tidak banyak aktivitas para siswa berlatih seni lukis kaligrafi.

Abdul Gani mengatakan memiliki keahlian menulis kaligrafi Arab dipelajarinya secara otodidak semenjak masih menjadi santri di Pondok Pesantren Darur Rahman sekira tahun 1992-1998 silam.

"Dari situ saya mengenal seni lukis kaligrafi kemudian saat kuliah di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bergabung dengan teman-teman pelukis. Kemudian aktif mengikuti berbagai pameran baik tingkat provinsi, nasional sampai internasional," terangnya kepada Tribunjateng.com, di lokasi sanggar, Senin (26/4/2021)

Gani menyatakan berbagai seni lukis kaligrafi buatannya menganut gaya surealis. Yang mana, setiap background atau objek yang digambar harus ada korelasinya dengan tulisan Arab atau ayat Al Quran.

Meski demikian, bentuk tulisan dibebaskan membentuk gaya tersendiri misalnya berupa akar pohon, tambang, sebuah tali maupun menyerupai lelehan benda cair.

"Beberapa karya yang ada disini juga untuk memenuhi konsumen tidak semua dijual. Tetapi selama Ramadan ini lebih banyak pembelajaran ketimbang bisnis. Sebagian mereka berhasil meraih juara tingkat Jateng dan nasional," katanya

Gani mengungkapkan, kaligrafi buatannya dibanderol dari Rp 1,5 juta sampai Rp 20 juta. Rata-rata konsumen membeli untuk dipajang dirumah maupun tempat ibadah misalnya tulisan ayat kursi, atau ayat seribu dinar.

Ia menambahkan, beberapa konsumen yang pernah membeli kaligrafi ditempatnya tidak hanya berasal dari Jawa tetapi luar Jawa bahkan luar negeri.

"Kami juga pernah mengikuti pameran di Pakistan, Thailand, dan Malaysia. Beberapa waktu lalu ikut pameran Kaligrafi Kontemporer ASEAN 2021. Untuk pembeli luar Jawa terjauh Pontianak Kalimantan Barat kalau luar negeri baru Amerika Serikat," ujarnya

Pada Ramadan di tengah situasi pandemi kali ini kata dia, penjualan kaligrafi dinilai cukup positif. Sempat terjadi penurunan hanya semasa awal virus Corona (Covid-19) masuk Indonesia.

Beberapa karya kaligrafi yang dibuat para seniman yang tergabung dalam Sanggar Alif lebih banyak menggunakan kanvas, tetapi ada sebagian memakai media kayu, dan kaca. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved