Breaking News:

Berita Kudus

Sudah Ada Lima Outlet, Pertamina Ajak Investor Kudus Bangun Pertashop

Pertamina Jawa Bagian Tengah (JBT) mengajak investor di Kabupaten Kudus untuk membangun Pertashop.

Penulis: raka f pujangga
Editor: sujarwo
Istimewa
Aktivitas pengisian BBM oleh masyarakat di Pertashop. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pertamina Jawa Bagian Tengah (JBT) mengajak investor di Kabupaten Kudus untuk membangun Pertashop.

Saat ini Kabupaten Kudus hanya memiliki lima Pertashop di Kecamatan Kota, Gebog, Jekulo, Jati dan Bae.‎ Sehingga masih memungkinkan pembangunan Pertashop lainnya.

Pertashop merupakan outlet SPBU mini yang dihadirkan di pelosok pedesaan. Sejak pertama kali Pertashop dikenalkan setahun yang lalu, ‎jumlahnya sudah mencapai 207 outlet tersebar di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah
PT Pertamina (Persero)‎, Brasto Galih Nugroho‎ menyampaikan, Pertamina telah mengusung program One Village One Outlet (OVOO).

"Targetnya setiap desa atau kecamatan akan memiliki Pertashop," kata Brasto, saat melakukan zoom meeting, Senin (26/4/2021).

Untuk itu, guna mempercepat perluasan Pertashop, Pertamina telah memiliki skema kemitraan dengan pegusaha untuk berinvestasi Pertashop.

"Kami telah membuka peluang investasi bagi para pengusaha untuk mengelola SPBU mini atau Pertashop, yang tentu nilai investasinya lebih rendah dari SPBU reguler dan bisnisnya sangat menjanjikan," imbuhnya.

Brasto menambahkan syarat utamanya adalah badan usaha seperti CV, PT, Koperasi, Usaha Dagang (UD), maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 

Untuk persyaratan dan penjelasan lebih lengkap dapat dilihat pada tautan ptm.id/MitraPertashop.

‎"Kami berharap banyak pengusaha atau BUMDes yang berminat untuk berinvestasi Pertashop demi perluasan pembangunan Pertashop yang lebih cepat lagi," tandas Brasto.

Menurutnya kehadiran Pertashop mampu meningkatkan taraf ekonomi, baik untuk masyarakat umum atau konsumen maupun untuk pengusaha yang menjalankan bisnis Pertashop.

"Dengan adanya Pertashop, konsumen yang tinggal di pedesaan tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke SPBU hanya untuk mengisi bahan bakar. Selain itu Pertashop juga bisa menjadi bisnis tersendiri yang memberikan keuntungan usaha, baik yang berbasis kelompok masyarakat seperti BUMDes maupun pengusaha swasta," ujar Brasto.

Pihaknya menargetkan, jumlah perta‎shop yang ada di seluruh Indonesia mencapai 10.000 outlet.

"Jawa Tengah juga akan ikut berkontribusi untuk mencapai target nasional," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved