Breaking News:

Tukang Parkir Pecandu Miras di Banjarnegara Masuk Islam Karena Sakral

Sebelum memeluk Islam, petugas parkir di Pasar Mandiraja itu mulanya sudah bersimpati terhadap agama itu.

Tribun Jateng/ Khoirul Muzaki
Bowo warga Desa Kebakalan, Mandiraja menceritakan pengalaman spiritualnya masuk Islam. 

Penulis: Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Beragama adalah pilihan.

Setiap orang bebas menentukan keyakinannya.

Tapi Bowo, warga Desa Kebakalan Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara punya alasan tersendiri untuk memeluk Islam.

Bowo tentu bersyukur hidayah datang kepadanya.

Sebelum Mualaf, Sejak Kecil Marcell Siahaan Suka Menonton Tilawatil Quran

Ini yang Dirasakan Marcell Siahaan Seusai Jadi Mualaf hingga Temukan Rasa Intim dengan Allah

Anton Medan Meninggal, Ketua PITI Kudus: Sebagai Mualaf Harus Benar Percaya, Jangan Asal-asalan

Habib Rizieq Eks FPI Bimbing 2 Tahanan Ucap Kalimat Syahadat di Penjara, Ayah dan Anak Jadi Mualaf

Tapi untuk memeluk Islam, ia melalui penempaan yang panjang. 

Sebelum memeluk Islam, petugas parkir di Pasar Mandiraja itu mulanya sudah bersimpati terhadap agama itu.

Ia sempat mengamati prosesi peribadatan dalam Islam yang berbeda dengan agama lain. 

Agama Islam dinilainya sangat sakral.

Sakralitas itu tidak dijumpainya di agamanya yang dulu.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved