Breaking News:

Berita Semarang

Uji Coba PTM Tahap II, Siswa SMPN 33 Semarang hanya Belajar 2 Jam Saja

Seluruh SMP Negeri di Kota Semarang mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap II.

Uji Coba PTM Tahap II, Siswa SMPN 33 Semarang hanya Belajar 2 Jam Saja
Istimewa
Proses belajar mengajar pada uji coba PTM tahap II di SMP Negeri 33 Semarang, Senin (26/4/2021).

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seluruh SMP Negeri di Kota Semarang mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap II selama dua minggu yang dimulai 26 April sampai 6 Mei 2021 mendatang.

Uji coba tahap II ini pengembangan dari uji co

Proses belajar mengajar pada uji coba PTM tahap II di SMP Negeri 33 Semarang, Senin (26/4/2021).
Proses belajar mengajar pada uji coba PTM tahap II di SMP Negeri 33 Semarang, Senin (26/4/2021). (Istimewa)

ba tahap I yang dinilai berhasil dan tidak menimbulkan klaster penyebaran Covid-19. Pada tahap I, uji coba PTM dilakukan di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 5 ditambah dua SD Negeri.

Satu di antaranya SMP Negeri 33 Semarang. Sekolah yang berada di Tembalang itu baru mengikuti uji coba PTM pada tahap II ini bersama 44 SMP Negeri lainnya.

Kepala SMP Negeri 33 Semarang, Didik Teguh Prihanto mengatakan, telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung PTM jauh sebelum dimulai uji coba.

"Kami sudah siapkan sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran tatap muka. Ada panah penunjuk, serta petunjuk-petunjuk ruangan serta informasi preventif pencegahan melalui MMT," kata Didik, Senin (26/4/2021).

Sebagaimana aturan yang diberlakukan, pelaksanaan PTM diharuskan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan jumlah terbatas. Dalam satu kelas, siswa dibatasi maksimal 16 siswa dengan menjaga jarak.

Setiap ruangan kelas disemprot disinfektan, disediakan tempat hand sanitizer, tempat cuci tangan di sejumlah titik, pengecekan suhu tubuh rutin.

"Proses belajar guru juga disesuaikan, di mana dalam sehari anak masuk hanya dua jam yaitu dari pukul 08.00-10.00 WIB. Setiap mata pelajaran hanya 30 menit," jelasnya.

Terkait materi pelajaran, Didik mengungkapkan, selalu mengingatkan budaya hidup sehat di awal pelajaran. Selain itu terkait iman dan imunitas yang kuat, bahaya Covid-19, serta pembentukan karakter.

"Materi itu selalu di sampaikan agar anak kembali semangat. Karena disiplin waktu yang sempat hilang perlu dibangkitkan lagi. Selama ini anak hanya menerima materi via daring, sekarang anak diberi kesempatan berpendapat, mengutarakan penjelasan, bertanya," paparnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved