Breaking News:

Berita Video

Video Kuliner Legendaris Kudus Kue Keciput Barokah 78 Bertahan Selama 32 Tahun

Kue kering selalu menjadi pelengkap pada saat tibanya Hari Raya Idulfitri. ‎Selain kue kastangel dan nastar, juga ada kue keciput yang identik selalu

Sejumlah pegawai tengah membuat kue keciput di Toko Barokah 78, Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo nomor 78, RT 2 RW 2, Kelurahan Demangan, Kecamatan Kota?, Kabupaten Kudus, Sabtu (24/4/2021).? (Tribun Jateng/Raka F Pujangga)
"Kami terus menjaga rasanya agar tetap sama dan tidak berubah dari dulu sampai sekarang," ujarnya.

Bahkan bahan baku yang dipakainya juga selalu menggunakan yang berkualitas agar nikmat dikonsumsi.

Misalnya untuk pemanis, Istiqomah selalu menggunakan gula asli. Dia menghindari pemanis buatan.

"Konsumen itu tahu kalau pakai pemanis buatan, rasanya beda. Makanya saya selalu pakai gula asli," imbuhnya.

Selain itu, penggunaan minyak goreng curah juga ‎bisa mengubah rasa. Makanya dia selalu memakai minyak goreng yang berkualitas.

"Kalau pakai minyak goreng sembarangan takut tenggorokannya gatal. Jadi minyak gorengnya sampai sekarang masih sama," ujarnya.

Ketika harga minyak goreng meningkat, terpaksa dia ikut menaikkan harga kue keciput tersebut.

Seperti saat ini, minyak goreng yang sebelumnya Rp 350 ribu per galon kapasitas 17 liter. Kini naik menjadi Rp 450 ribu per galon.

"Sekarang harga keciputnya naik sedikit, dari Rp 64 ribu‎ sekarang Rp 68 ribu per kilogram untuk pembelian grosir," ujar dia.

Kue yang memiliki rasa gurih, empuk dan renyah itu sudah bisa terjual sebanyak dua kwintal dalam sebulan terakhir.

Halaman
1234
Penulis: raka f pujangga
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved