Berita Batang
Viral Video Debat Sengit Gara-gara Akses Jalan Ditembok di Batang, Lurah Ungkap Fakta Sebenarnya
Dari percakapan video tersebut memperdebatkan masalah tanah dan akses jalan yang hendak dibangun tembok
Penulis: dina indriani | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Beberapa hari ini dunia maya dihebohkan dengan adanya sebuah video viral yang memperlihatkan sejumlah warga dengan seorang berseragam polhut sedang berdebat dengan cukup pelik.
Dalam video yang berdurasi sekitar 4 menitan tersebut seorang wanita berkerudung merah beserta seorang laki-laki berkaos biru terlihat menyudutkan seorang berseragam polhut.
Dari percakapan video tersebut memperdebatkan masalah tanah dan akses jalan yang hendak dibangun tembok.
Baca juga: Puluhan WN India yang Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Langsung Dipulangkan
Baca juga: Sempat Kehilangan Semangat Hidup, Mantan Paspampres yang Diampuasi Ini Bangkit Kembali Berkat Tenis
Baca juga: Peneliti Sebut Awak Kapal Selam Bisa Keluar Jika Tenggelam di Kedalaman Maksimal 185 Meter
Seorang wanita berkerudung merah didukung laki-laki berkaos biru bersikukuh bahwa tanah yang hendak dibangun tembok pembatas di lokasi akses jalan itu merupakan miliknya.
Diketahui lokasi dalam video itu terletak di wilayah Kelurahan Kauman, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Lurah Kauman, Mugianto membenarkan kejadian yang ada di dalam video tersebut, namun dikatakannya peristiwa itu sudah lama dan saat ini permasalahan itu telah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Iya itu memang benar, tapi kejadiannya sudah lama pada tahun 2020 sekitar bulan September kalau tidak salah, nah permasalahan itu juga sudah selesai," tuturnya saat dihubungi, Minggu (25/4/2021).
Dia menjelaskan kronologi sebenarnya yakni awalnya menurut pengakuan perempuan berkerudung merah yang juga seorang notaris itu membeli tanah dan dibuat kaplingan.
Kemudian, dia berniat membangun dinding untuk menutup jalan yang biasanya digunakan warga.
Kalau laki-laki yang berkaos biru itu adalah anaknya, sedangkan yang berseragam polhut itu warga kampung lain yang berusaha menengahi masalah itu.
"Saya taunya warga yang kemudian melapor kepada kelurahan, karena itu kaitannya dengan banyak pihak,
Kami pun menyarankan warga untuk membuat laporan tertulis kepada Satpol PP, BPN, dan Kepolisian, alhamdulillah langsung ditindak lanjuti," terangnya.
Dikatakannya, ujung permasalahan tersebut adalah jalan selebar 5 meter yang ditutup dengan tembok setinggi 3 meter dan hanya menyisakan jalan satu meter.
"Kalau dari video saat itu masih proses dibangun, tidak lama setelah laporan tertulis diterima pihak terkait
Dan setelah dilakukan pendekatan dengan pemilik atas kesepakatan bersama maka pemilik pun mau merobohkan permasalahan itu selesai berujung damai," ujarnya.
Dia pun menyayangkan video itu dishare ke media sosial dan membuat viral.
"Entah siapa yang mengunggah video itu, yang ielas saya menyayangkan karena itu masalah sudah selesai tapi kenapa diunggah baru-baru ini dan membuat viral," pungkasnya. (din)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/viral-video-perdeah-damai.jpg)