Breaking News:

Berita Karanganyar

15 Pelaku Usaha di Karanganyar Dapat Bantuan Perkakas Usaha Guna Jaga Mutu dan Keamanan Pangan

15 pelaku usaha angkringan di Karanganyar mendapatkan bantuan perkakas usaha guna menjaga mutu.

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyerahkan bantuan kepada perwakilan pelaku usaha angkringan di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (27/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sebanyak 15 pelaku usaha angkringan atau Hidangan Istimewa Kampung (HIK) di Kabupaten Karanganyar mendapatkan bantuan perkakas usaha guna menjaga mutu dan keamanan pangan.

Bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng itu diberikan kepada 15 pelaku usaha di Ruang Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (27/4/2021). 

Kepala Seksi Kelembagaan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng, Cahyono menyampaikan, program pangan angkringan warga ini sudah berjalan dua tahun ini. Sebelumnya dinas telah memberikan bantuan kepada pelaku usaha di dua kabupaten.

Sedangkan khusus tahun ini ada lima daerah yang mendapatkan bantuan perkakas usaha. Seperti Kabupaten Karanganyar, Boyolali, Cilacap, Demak dan Kota Semarang. 

"Ini kita khususkan angkirngan atau HIK. Sesuai Permentan nomor 18 tahun 2012 pemerintah berkewajiban menjamin mutu dan keamanan pangan," katanya kepada Tribunjateng.com. 

Diharapkan dengan adanya bantuan tersebut, mutu serta kebersihan dari jajanan HIK dapat terjaga. Pasalnya kebanyakan HIK lokasinya berada di pinggir jalan. 

Dia menuturkan, masing-masing pelaku usaha mendapatkan bantuan hibah berupa satu panci bertutup, enam nampan stainless, dua ember ukuran 25 liter, satu rak piring dan gelas serta MMT sebagai penutup dan penanda.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta kepada pelaku usaha supaya memperhatikan kebersihan tempat usaha dan sajian. Mengingat banyak masyarakat yang sekedar berbincang maupun makan di HIK. 

"Saya akan pantau terus. Supaya ada motivasi. Usaha seperti ini sederhana tapi kalau dikelola benar-benar tentu akan berkembang," ungkapnya. 

Sementara itu, Jono mengaku cukup terbantu dengan bantuan yang diberikan ini. Dia jualan di dekat RSUD Karanganyar sudah sekitar 5 tahun. Jono biasa jualan mulai sore hingga malam hari.

"Pandemi ini omzet turun derastis. Tapi mulai tahun ini ada peningkatan," pungkasnya. 

Dalam kondisi normal sebelum adanya pandemi, Jono mendapatkan omzet sekitar Rp 600- Rp 700 ribu per hari. Sedangkan setelah pandemi paling sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per hari. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved