Berita Semarang
BPBD Sebut Ada 77 Dusun di Kabupaten Semarang Rawan Kekeringan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyebutkan ada sedikitnya 77 dusun di Bumi Serasi masuk kedalam kategori rawan.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rival al manaf
Penulis: M Nafiul Haris
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyebutkan ada sedikitnya 77 dusun di Bumi Serasi masuk kedalam kategori rawan bencana kekeringan.
Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengatakan wilayah kategori rawan kekeringan tersebut tersebar pada 33 desa di 14 kecamatan dari total keseluruhan 19 kecamatan.
"Guna mengurangi dampak kerugian akibat bencana kami menggiatkan latihan atau simulasi."
"Sejalan dengan itu BPBD telah menyiapkan personel dan peralatan," terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (27/4/2021).
Baca juga: Dikenal Daerah Sering Kekeringan, Arief Rohman Tanam Pohon Dalam Peringatan Hari Air Sedunia
Baca juga: 2 Kecamatan Klaten Sudah Mengalami Kekeringan Parah
Heru berharap dengan sejumlah pelatihan mitigasi bencana dan evakuasi dengan melibatkan komponen masyarakat akan tumbuh kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana lebih meningkat.
Ia menambahkan, memasuki musim kemarau bencana kebakaran dan kekeringan menjadi perhatian BPBD Kabupaten Semarang. Beberapa daerah yang rentan mengalami kekeringan antara lain Kecamatan Kaliwungu, Pringapus, dan Bringin.
“Sebagai antisipasi, kita siapkan bantuan air bersih sebanyak 163 tanki berisi masing-masing 5.000 liter. Kuota itu bisa ditambah sesuai kebutuhan,” katanya.
Baca juga: Menteri PUPR Basuki Tegaskan Banjir & Kekeringan Itu karena Buruknya Manajemen
Baca juga: 2 Kecamatan Klaten Sudah Mengalami Kekeringan Parah
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengaku Pemerintah Kabupaten Semarang (Pemkab) Semarang telah menyiapkan anggaran serta bantuan menghadapi datangnya musim kemarau.
Dirinya menegaskan, penanganan bencana akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pihak-pihak terkait misalnya mengajak perusahaan swasta.
"Sehingga jika ada permintaan bantuan air bersih atau makanan kita dapat bergerak cepat. Kami akan menyiapkan langkah-langkah strategis setelah BPBD selesai melakukan pemetaan," ujarnya. (ris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/atasi-kekeringan-pemkab-tegal-distribusikan-58-unit-mesin-pompa_20150728_132634.jpg)