Breaking News:

Piala Menpora 2021

Kakak Perempuan Kiper Persib Bandung Jadi Korban Aksi Anarkistis Oknum Bobotoh

Kakak perempuan kiper Persib Bandung Aqil Savik menjadi korban perusakan mobil oleh oknum bobotoh.

Editor: M Syofri Kurniawan
KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHA
Penjaga gawang Persib Bandung, Muhammad Aqil Savik. 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Kakak perempuan kiper Persib Bandung Aqil Savik menjadi korban perusakan mobil oleh oknum bobotoh.

Aqil Savik mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum terkait insiden tersebut.

Kejadian tak mengenakkan yang dialami oleh kakak perempuan Aqil terjadi setelah Persib gagal meraih gelar juara Piala Menpora 2021.

Baca juga: Kabareskrim Benarkan Aipda Fajar Diamankan dan Diproses Sesuai Hukum

Baca juga: Pagi-pagi 2 Anggota Marinir Ketok Rumah Nurhadi Dildo di Kudus Soal Status Saru KRI Nanggala

Baca juga: Daftar Lengkap Hadiah Pemenang Indonesian Idol 2021: Mulai dari Juara 1, Runner Up hingga Top 14

Baca juga: Praktik Bisnis Lendir di Pemalang Layani Pelanggan Mau Batal Puasa: Pintunya Doang Tutup

Klub berjulukan Maung Bandung itu takluk dengan agregat 4-1 (2-0 dan 2-1) dari Persija Jakarta dalam laga final.

Seusai pertandingan final leg kedua yang berlangsung pada Minggu (25/4/2021) malam WIB, ratusan oknum bobotoh yang tidak puas dengan hasil yang diraih tim kesayangannya itu menumpahkan kekecewaan dengan tindakan anarkistis dan vandalisme.

Nahasnya, kakak perempuan Aqil menjadi korban dari tindakan terpuji itu.

Hal tersebut dikarenakan mobil yang ditumpangi oleh kakak perempuan Aqil berplat "B" Jakarta.

Diceritakan Aqil, kakak perempuannya itu sedang menyetir sendiri.

Ketika melintas di kawasan JL. Ir. H. Juanda tiba-tiba puluhan orang mengerubungi mobil yang dikendarai oleh kakaknya.

Mereka berteriak sambil memukul-mukul mobil tersebut, beberapa orang kemudian mencoret bagian kap mesin dan kaca mobil yang ditumpangi oleh kakak perempuan Aqil.

"Iya itu teteh (kakak perempuan), keluarga sendiri. Awalnya beres pertandingan, di hotel itu saya dapat kabar kalau mobil teteh dipukuli.

Teteh sampai panik di dalam (mobil)," kata Aqil kepada wartawan saat ditemui di salah satu hotel di Kota Bandung, Senin (26/4/2021) malam WIB.

"Saya itu sedang dalam kondisi kecewa karena tim kalah di final.

Kemudian emosi setelah mendapatkan kabar itu. Jadi saya kurang bisa kontrol emosi," tutur kiper berusia 22 tahun itu.

"Sangat menyayangkan apalagi sama orang ga bertanggung jawab.

Seharusnya sepak bola indonesia bisa lebih dewasa," imbuh dia.

 
Akibat kejadian tersebut, kakak perempuan Aqil mengalami trauma.

Sebab, sempat dimaki-maki oleh oknum tak bertanggung jawab itu.

Pihak keluarga Aqil pun masih berdiskusi untuk  melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk kemudian ditindaklanjuti.

"Kalau kondisi sekarang sudah membaik.

Tetapi masih ada trauma karena kan digeromboli, diteriaki dan dimaki-maki.

Sudah dicoba membuat laporan ke polisi, kita tunggu prosesnya," ungkap Aqil.

"Kalau kerusakan, dilihat dari video ke Aqil, ya mobil dilempari.

Kaca di pilokin dicoret, kepentok, mobil bagian belakang sempet nabrak karena kaget ngerem," sambung dia.

Aqil pun sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Sebab, tindakan tersebut tidak hanya merugikan dia dan keluarganya.

Lebih dari pada itu, bisa berdampak juga pada semua publik sepak bola Indonesia.

Sebab kejadian tersebut, berpotensi membuat izin digelarnya kompetisi terhambat.

"Mungkin sangat disayangkan.

Semoga ini yg terakhir kedepannya jangan ada lagi.

Sangat disayangkan apalagi kita lama vakum, satu tahun tidak main.

Dan laga kemarin itu laga uji coba untuk Liga 1," tegas Aqil. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kakak Perempuannya Jadi Korban Anarkis Oknum Bobotoh, Kiper Persib Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum"

Baca juga: Arab Saudi Perpanjang Larang 20 Negara Masuk Termasuk dari Indonesia 

Baca juga: Krisdayanti Tampil memukau di Indonesian Idol, Judika Sebut Suara Tak Berubah Sejak di Asia Bagus

Baca juga: Gadis Ini Dicabuli Ayah dan 3 Saudaranya sejak Tahun Lalu, Kaki Tangannya Diikat dan Diberi Obat

Baca juga: Jenazah Kabinda Papua Brigjen Danny Tak Jadi Dikremasi, Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved