Breaking News:

PKS Jateng Pasang Rumput Vetiver Selamatkan Lingkungan Bengawan Solo

DPW PKS Jawa Tengah melakukan penanaman 100 bibit pohon akar wangi (vetiver) di daerah aliran sungai (DAS) Sungai Bengawan Solo.

Istimewa
Anggota DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Jawa Tengah melakukan susur sungai dan menanam tanaman akar wangi sebagai upaya pelestarian Bengawan Solo. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - DPW PKS Jawa Tengah melakukan penanaman 100 bibit pohon akar wangi (vetiver) di daerah aliran sungai (DAS) Sungai Bengawan Solo.

Wakil Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Rohadi Widodo menuturkan, pencemaran lingkungan di Bengawan Solo mengganggu masyarakat yang ada di sekitar sungai.

"Kami menerima keluhan bahwa di Sungai Bengawan Solo, terjadi pencemaran dari limbah industri maupun limbah rumah tangga mulai dari yang rendah hingga yang berat. Pencemaran ini perlu segera diatasi, karena mengganggu kehidupan biota air," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/4/2021).

Alasan ditanam akar wangi dari famili rumput rumputan berukuran besar ini, kata dia, menurut beberapa penelitian merupakan tanaman yang dapat digunakan untuk mengatasi erosi tanah pada sungai.

Selain itu, kelebihan tanaman ini adalah kemampuannya untuk menyerap bahan bahan beracun berbahaya (B3) dan logam berat yang bisa saja terbawa dalam limbah dan meresap ke dalam tanah.

Padahal, lanjutnya, di sisi lain Bengawan Solo memiliki potensi wisata yang besar jika pencemaran di daerah aliran sungai dapat diatasi, serta didukung oleh sarana dan prasarana memadai.

"Saya melihat potensi wisata yang besar jika Sungai Bengawan Solo ini dikelola dengan baik. Dan ini butuh keseriusan dari pemerintah juga masyarakat untuk mewujudkannya. Sebagai masyarakat sekitar lingkungan bengawan Solo, Ayo kita peduli," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar ini.

Sementara, Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Teknologi, Industri dan Lingkungan Hidup (EkuintekLH) DPW PKS Jawa Tengah, Agung Budi Margono menuturkan kegiatan penyelamatan lingkungan tersebut untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan lingkungan.

Serta bentuk perhatian PKS Jawa Tengah terhadap kelestarian Bengawan Solo.

"Bengawan Solo yang merupakan sungai yang masih melegenda saat ini memiliki kasus sedimentasi dan pencemaran yang tinggi. Dan harus menjadi perhatian serius," kata pria yang juga anggota DPRD Provinsi Jateng ini.

Kandidat Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) ini juga menyebutkan bahwa berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Jateng, pada 2020 bencana banjir sering terjadi di hilir Bengawan Solo.

Dimana banjir terjadi karena kapasitas saluran tidak mampu menampung debit terutama pada musim penghujan. Perubahan lahan menjadi pemukiman, penebangan secara liar mengakibatkan daya resap air kecil.

"Selain itu, degradasi dan erosi dasar sungai di sungai Bengawan Solo sudah
sangat memprihatinkan, sehingga perlu segera diatasi, mengingat bahaya yang mengancam keberlanjutan fungsi sarana dan prasarana SDA telah tampak pada saat ini," katanya.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved