Breaking News:

Berita Sragen

Putusan Sidang Owner CV MSB, Ratusan Mitra Semut Rangrang Padati Kantor Pengadilan Agama

Ratusan MSB yang bergerak di bidang ternak semut rangrang Sidoharjo Sragen memadati ruang sidang.

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Ratusan Mitra Sukses Bersama (MSB) yang bergerak di bidang ternak semut rangrang Sidoharjo Sragen memadati ruang sidang di Pengadilan Agama Sragen, Selasa (27/4/2021).

Ratusan mitra dari berbagai daerah ini menunggu putusan sidang tersangka Owner CV Mitra, Sugiyono atas dugaan penipuan dan pencucian uang.

Tidak hanya diruang sidang, ratusan mitra ini bahkan memadati kantor pengadilan. Diantara mereka nampak sibuk merekam proses sidang.

Perlu diketahui usaha CV MSB milik Sugiyono memang telah tutup secara mendadak pada hari keempat belas ramadan tahun lalu atau lebih tepatnya Minggu, (19/5/2019).

Alasan Sugiyono menutup usahanya kala itu ialah kualitas panen yang lama kelamaan terus mengalami penurunan.

Adanya pembengkakan biaya produksi yang tidak sedikit yang tidak memungkinkan terus menerus ditanggung oleh manajemen.

Menurut Sugiyono kala itu, pembengkakan tersebut tidak akan terjadi apabila kualitas panen oleh para mitra tidak mengalami penurunan.

Bos CV MSB telah ditangkap Senin (3/8/2020) lalu oleh direktorat tahanan dan barang Polda Jateng.

Penutupan usaha secara mendadak ini membuat seluruh mitra kelabakan. Mereka rugi uang jutaan hingga ratusan juta, Cuthdyaningsih salah satunya.

Warga Kelurahan Jepon, RT 4, RW 6 Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora itu rugi sebesar Rp 210 juta. Cuth mengaku dirinya baru saja bergabung ke MSB selama satu minggu sebelum MSB tutup mendadak.

Tutupnya MSB membuat keuangan keluarga Cuthdyaningsih morak-marik. Pasalnya uang sebesar Rp 210 juta itu merupakan hasil utang dari bank.

"Rp 210 juta itu saya hutang ke bank, menggadaikan SK PNS saya dan suami. Cicilan selama 10 tahun, jadi gaji saya dan suami sudah dipotong habis tinggal Rp 300 ribu sebulan," terang Cuthdyaningsih kepada Tribunjateng.com.

Bahkan cuth telah menggadaikan mobil miliknya guna membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Dirinya juga masih menguliahkan kedua anaknya di Solo dan di Jogja.

Sesekali dirinya juga harus berobat ke RS dan Herbalis atas penyakit kanker yang ia idap. Keuangan keluarga Cuthdyaningsih dibantu oleh sang anak pertamanya yang nyambi kerja disela-sela kuliah.

Cuth mengaku hingga kini, dirinya belum mendapatkan pengembalian uang sepeserpun dan belum ada kepastian. Dirinya masih berharap uangnya dapat dikembalikan meksipun secara bertahap. (*)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved