Breaking News:

Berita Video

Video Pembuatan Bubur India Menu Kuliner Khas Ramadan di Semarang

Tidak semua tempat menyajikannya, bubur india hanya ada di Masjid Jami Pekojan jalan Petolongan nomor 1 Purwodinatan, Semarang Tengah.

Di sana, Ahmad mulai memasak air yang telah bercampur dengan santan atau disebutnya air cewer, yakni air santan yang tidak kental.

"Proses memasaknya ini memang harus menggunakan tungku besar karena dalam skala besar.

Dulu pernah mencoba menggunakan kompor gas, namun untuk menunggu air hingga mendidih dibutuhkan waktu yang jauh lebih lama," kenangnya.

Selama kurang lebih 30 menit, cewer yang dimasak itu pun mulai mendidih.

Ahmad dan Kirin lantas memasukkan beraneka jenis rempah beraroma kuat seperti jahe, daun salam, pandan, cengkeh, kayu manis, bawang merah, dan bawang putih sebagai penyedap alami bubur.

Selain itu juga ditambahkannnya sayur seperti wortel dengan tambahan daun bawang serta garam untuk memberikan unsur gurih terhadap masakan.

Barulah setelah beberapa saat, beras sebagai bahan utama bubur dimasukkan ke dalam alat masak yang terbuat dari kuningan itu.

"Setelah (adonan) mengental baru dimasukkan santan yang kental.

Proses pengadukan ini kurang lebih dua jam tanpa henti," kata Ahmad mantab.

Sambil mendengarkan salawat melalui ponselnya, Ahmad tak hentinya mengaduk adonan tersebut.

Pukul 14.30 WIB masakan telah terlihat menjadi bubur dengan aroma khas rempah yang menggoda.

Para warga mulai berdatangan saat adzan salat ashar berkumandang sembari membawa mangkuk kosong untuk dititipkan di dapur.

 
Begitu salat selesai, para warga yang turun dari masjid lantas mengantre pembagian bubur India untuk dibawa pulang.

Ahmad menyebut, dalam sekali pembuatan rata-rata menghabiskan 20 kilogram beras setiap harinya.

Saat telah menjadi bubur, bubur dapat dibagikan kurang lebih 200 porsi.

Jika ada donatur lebih, bubur india disajikan dengan lauk. Adapun lauk berbeda-beda setiap harinya.

"Buburnya ada yang dibawa pulang, ada yang untuk takjil di masjid.

Kalau warga yang membawa pulang biasanya ada sekira 100 orang," tukasnya. (idy)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved