Breaking News:

Berita Pemalang

Budi Kalak BPBD Pemalang : Banjir, Longsor, dan Angin Kencang Masih Mengancam

Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2021, BPBD mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.

Istimewa
BPBD Kabupaten Pekalongan memberikan pelatihan evakuasi khususnya menghadapi kejadian banjir di Desa Api Api Kecamatan Wonokerto. 

Penulis: Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2021, BPBD mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk mengenali bencana yang ada di Kota Santri, sehingga bisa lebih siap dan tangguh jika ada bencana di Kabupaten Pekalongan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo mengajak kepada masyarakat untuk mengurangi risiko bencana yang selama ini terjadi di Kabupaten Pekalongan.

"Masyarakat Kabupaten Pekalongan harus tangguh dan siap menghadapi bencana," kata Kalak BPBD Kabupaten Pekalongan Budi saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (27/4/2021) malam.

Pihaknya berpesan agar masyarakat selalu patuhi protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 belum hilang. 

"Bencana yang perlu kita antisipasi yaitu musim hujan yang pertama tentunya banjir dan longsor. Yang kedua, di persiapan masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau yang perlu diwaspadai bencana angin puting beliung. Sehingga rawan pohon tumbang," ucapnya.

Budi mengimbau agar bersama-sama mengenali bencana yang ada di Kabupaten Pekalongan, sehingga bisa siap untuk menghadapinya.

"Kita bisa mengurangi risiko bencana itu dengan kegiatan-kegiatan mitigasi di masyarakat. Misalnya membersihkan saluran air, menutup retakan-retakan tanah di pegunungan agar tidak menimbulkan longsor, dan menebang pohon-pohon rawan tumbang di sekitar lingkungan kita masing-masing," imbuhnya.

Dalam rangka memeringati Hari Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Kabupaten Pekalongan memberikan pelatihan evakuasi khususnya menghadapi kejadian banjir di Desa Api Api Kecamatan Wonokerto.

"Latihan yang diberikan kepada warga Desa Api-api yaitu latihan evakuasi di air, maping, dan identifikasi daerah rawan bencana."

"Tujuannya dari kegiatan ini yaitu untuk mendorong terwujudnya ketangguhan dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana," tambahnya. (Bud)

Penulis: budi susanto
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved