Breaking News:

Berita Sragen

Bupati Sragen Tekankan Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Prokes Harus Diperketat

Selain itu, dirinya juga meminta agar melarang warganya yang merantau untuk mudik. Dia menegaskan pendatang nantinya akan di Swab antigen

TribunJateng.com/Mahfira Putri
Truk tronton ketika berada di exit toll Pungkruk, Sragen, Rabu (28/4/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati minta para Kepala Desa dan perangkat untuk terus mengkampanyekan protokol kesehatan.

Terlebih pada malam hari, dimana para warga pergi ke mushola atupun masjid untuk melaksanakan salat tarawih berjamaah.

"Tolong Protokol Kesehatan dijaga, Sragen sekarang setelah sebulan lalu melanda ini mulai naik. Bukan hanya Sragen bahkan semuanya."

"Saya minta jangan patah semangat kepala desa dan perangkat setiap malam harus keliling mengingatkan warga," pesan Yuni ketika melakukan safari ramadan.

Yuni juga sudah mengingatkan terkait pelaksanaan salat Idul Fitri agar tidak dipusatkan di satu tempat. Melainkan di pecah-pecah di beberapa tempat atau di kelompok-kelompok kecil.

Selain itu, dirinya juga meminta agar melarang warganya yang merantau untuk mudik. Dia menegaskan pendatang nantinya akan di Swab antigen.

Jika didapati positif Covid-19, pendatang harus melakukan karantina ditempat yang disediakan dan membayar biaya selama perawatan dengan uang pribadi.

Hal itu juga telah termaktub dalam Surat Edaran (SE) Nomor 360/191/038/2021 terkait penundaan mudik Hari Raya Idul Fitri dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Sragen.

SE tersebut berisi pengetatan persyaratan pelaku perjalan dalam negeri dari mulai 22 April-24 Mei 2021 atau (22/4-24/5/2021).

"Kepala desa dan lurah berhak melakukan karantina Kepala pelaku perjalanan yang tidak memiliki dokumen admistrasi perjalanan selama 5×24 jam."

Halaman
12
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved