Breaking News:

Berita Pati

Cakades Terpilih di Pati Dibekali Ilmu Pemerintahan dan Keuangan

Pemkab Pati menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi Calon Kepala Desa (Cakades) yang terpilih dalam Pilkades serentak 10 April lalu.

Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Bupati Pati Haryanto mengalungkan tanda peserta diklat pada perwakilan Cakades terpilih, Selasa (27/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi Calon Kepala Desa (Cakades) yang terpilih dalam Pilkades serentak 10 April lalu.

Diklat dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (27/4/2021).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga gelombang, 27 hingga 29 April 2021.

Baca juga: Perampok Kalung Emas Dibanting Warga ke Aspal, Dikunci Gaya Smackdown Sampai KO

Baca juga: Daftar Lengkap Hadiah Pemenang Indonesian Idol 2021: Mulai dari Juara 1, Runner Up hingga Top 14

Baca juga: Mata Munarman Ditutup Kain Hitam, Tangan Diborgol, Sudah Tidak Berontak Lagi

Baca juga: Sopir Ayla Jadi Tersangka Kecelakaan di Pandanaran Semarang, Orangnya Masih Masuk Kerja Tak Balas WA

Diklat ini berlangsung secara hybrid. Sebagian mengikuti secara langsung di Pendopo Kabupaten Pati. Selebihnya mengikuti secara virtual. 

Dari total 215 Cakades terpilih, 80 di antaranya merupakan petahana.

Bupati Haryanto mengatakan, wajib hukumnya bagi Cakades terpilih untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan tersebut.

Namun, bagi Cakades petahana, cukup bila hanya mengikuti melalui zoom meeting.

“Tak hanya sebagai pembekalan saja, diklat ini juga sebagai bahan review tugas dan tanggung jawab yang selama ini telah dilakukan, khususnya bagi kades yang terpilih kembali," ujar dia.

Haryanto menyebut, pendidikan dan pelatihan ini juga bertujuan agar cakades memiliki bekal yang cukup untuk mengantisipasi dan menghindari segala permasalahan selama 6 tahun periode menjabat sebagai kades nantinya.

Dia juga menuturkan bahwa Diklat Cakades terpilih ini dimaksudkan untuk memberikan bekal agar saat nanti melaksanakan tugas, Cakades terpilih punya bekal ilmu memadai.

Ilmu ini diberikan, lanjut Haryanto, karena saat nanti sudah dilantik, Kades dituntut serba bisa dan harus menjadi abdi masyarakat.

“Ibarat nyetir itu udah ada SIM-nya," imbuh Haryanto.

Selain itu, kata dia, latar belakang Cakades yang berbeda-beda dan tuntutan pelayanan publik yang serba cepat, menuntut diselenggarakannya Diklat ini.

“Dalam Diklat ini para Cakades belajar mulai dari sistem pemerintahan sampai keuangan dan bagaimana tata cara memimpin yang baik," jelas dia.

Haryanto berharap, dengan adanya Diklat ini, keluhan pelayanan publik di tingkat desa nantinya dapat diminimalisasi. (mzk)

Baca juga: Ini Rencana Zinedine Zidane agar Real Madrid Bisa Atasi Chelsea di Leg 2 Semifinal Liga Champions

Baca juga: Naira Balita di Batang Derita Kelainan Langka, Radial Taglienti Tipe 4

Baca juga: Sudah Ada 1.049 Pemudik Datang di Kabupaten Pekalongan, Ini Daftar Tiap Kecamatan

Baca juga: Kuasa Hukum Munarman Sebut Penangkapan Eks Petinggi FPI Itu Menyalahi Prinsip HAM

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved