Berita Kendal

Dinkes Siapkan 1.000 Reagen Rapid Tes Antigen, Masuk Kendal Harus Karantina 5 Hari

Dinkes Kendal menyiapkan 1.000 reagen rapid tes antigen untuk skrining Covid-19 di pusat keramaian.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
Istimewa
Kepala Dinas Kesehatan Kendal Drs Ferinando Rad Bonay 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal menyiapkan 1.000 reagen rapid tes antigen yang akan digunakan untuk skrining Covid-19 di pusat keramaian dan perbelanjaan pada dua pekan terakhir menjelang lebaran Idulfitri. Upaya ini dilakukan untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Kendal dalam mengetahui perkembangan ril kasus Covid-19 pada pertengahan Ramadan.

Selain itu, Dinas Kesehatan bersama Satgas Covid-19 daerah bakal memberlakukan prosedur baru karantina 5 hari bagi masyarakat yang masuk ke Kendal baik dari luar daerah maupun luar negeri. 

Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, saat ini Dinkes memiliki 6.900 reagen dan bakal ditambah 2.800 reagen.

Seribu di antaranya bakal dioptimalkan untuk melakukan skrining guna melihat perkembangan kasus setelah adanya kebijakan kelonggaran kegiatan sejak 1 bulan terakhir. Seperti contoh kelonggaran buka bersama dengan prtokol kesehatan, diperbolehkannya salat tarawih jamaah di masjid atau musala dengan pembatasan kapasitas, dan kembalinya aktivitas masyarakat era new normal setelah dilakukan pembatasan ketat dalam berkegiatan.

"Mulai pertengahan Ramadan ini, tim penindakan tetap akan melaksanakan tindakan bagi mereka yang tak patuh prokes. Dari Dinkes, turun tenaga medis ke pusat keramaian dengan mengambil sampel rapid tes antigen bagi siapa saja untuk mengetahui perkembangan Covid-19 apakah benar-benar sudah stabil atau masih banyak yang belum terdeteksi," terangnya, Rabu (28/4/2021).

Kata Ferinando, tim akan bergerilya minimal di 10 titik berbeda yang dijadikan pusat keramaian warga. Masing-masing diberikan alokasi 100 reagen untuk dilakukan tes rapid antigen bagi pengunjung, pedagang, ataupun karyawan swalayan. 

"Terkait evaluasi perkembangan kasus Covid-19 di Kendal. Kami juga bekerjasama dengan pihak terkait untuk antisipasi masyarakat luar yang masuk ke Kendal, bisa dalam rangka mudik atau lainnya. Stagas juga kemarin diimbau untuk melakukan pengetatan perbatasan untuk mencegah terjadinya arus mudik, warga India yang hendak masuk ke Kendal, dan juga upaya mencegah masuknya varian baru virus Corona," katanya.

Dibentuk SE Karantina 5 Hari

Selain itu, Ferinando menjelaskan, pihaknya sudah berkordinasi dengan pimpinan daerah, Sekretaris Daerah, Kapolres hingga Dandim terkait pengaturan mudik lebaran Idulfitri.

Rencananya, dibentuk surat edaran pengaktifan Satgas Covid-19 tingkat desa agar kembali mengawal dan mengawasi siapa saja yang datang ke desa dari luar kota/kabupaten dan luar negeri. 

Satu di antara isinya, warga yang datang dari luar Kendal harus melakukan isolasi mandiri selama 5 hari yang dipantau oleh Pemerintah Desa. Satgas desa berkewajiban melaporkan data warga yang menjalani karantina untuk ditindaklanjuti dengan rapid tes antigen dua kali oleh petugas kesehatan Puskesmas. 

"Soal kebutuhan isolasi di tingkat desa merupakan kewajiban Pemdes. Kalau tidak bisa, isolasi ditarik ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC)," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kendal Moh Toha mengatakan, peran serta pemerintah kecamatan, desa, kelurahan, hingga ketua RT dan RW sangat diperlukan sebagai orang yang paling dekat dengan masyarakat. 

Ia meyakini, meski sudah ada larangan mudik dari pemerintah pusat, pasti ada sebagian masyarakat yang berhasil lolos pulang kampung pada lebaran Idulfitri kali ini. Ditambah beberapa pengecualian seperti pegawai yang mendapat tugas dan menjenguk keluarga sakit keras yang diperbolehkan pulang kampung. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved