Breaking News:

Beirta Pemalang

Edy Rutin Gelar Gropyokan untuk Basmi Tikus yang Menyerang Sawah di Kecamatan Randudongkal 

Balai Penyuluhan Pertanian Randudongkal, Pemalang berusaha tangani hama tikus yang menyerang pertanian. 

Tribun Jateng/Budi Susanto
Petugas Balai Pertanian Kecamatan Randudongkal, melakukan penutupan sarang tikus, di areal persawahan yang terserang hama tikus, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, berusaha menangani hama tikus yang menyerang pertanian.

Petugas Balai Pertanian Kecamatan Randudongkal, melakukan penutupan sarang tikus, di areal persawahan yang terserang hama tikus, beberapa waktu lalu.
Petugas Balai Pertanian Kecamatan Randudongkal, melakukan penutupan sarang tikus, di areal persawahan yang terserang hama tikus, beberapa waktu lalu. (Tribun Jateng/Budi Susanto)

Hal itu lantaran puluhan hektar persawahan yang tersebar di belasan desa, yang ada di Kecamatan Randudongkal. 

Edy, Petugas Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Randudongkal, membenarkan adanya hama tikus yang mulai merusak tanaman padi di areal persawahan.

"Benar memang hama tikus mulai menyerang sejak sebulan lalu, hingga kini saat petani menunggu panen pada Juni-Juli mendatang," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (28/4/2021).

Dilanjutkannya, sekitar 20 hektar areal persawahan yang terdata diserang hama tikus.

"Luasan sawah di Kecamatan Randudongkal sekitar 3 ribu hektar, dan yang terdampak 20 hektar. Meski kecil namun kami terus melakukan upaya pemberantasan hama tersebut," ujarnya.

Dikatakan Edy, berbagai upaya telah dilaksanakan untuk membasmi hama tikus yang menyerang pertanian di Kecamatan Randudongkal.

"Kami sudah melakukan gropyokan, atau pembasmian tikus bersama dengan petani. Bahkan dari awal tanam padi sampai sekarang, semoga saja hama tersebut bisa teratasi," paparnya. 

Edy menambahkan, pembasmian hama juga melibatkan berbagai unsur, seperti TNI Polri, Penyuluhan Pertanian, dan para pentani.

"Sampai sekarang masih sering dilakukan, supaya hama tersebut tidak menyabar luas," tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved