Breaking News:

Berita Kudus

Hartopo Komitmen Tuntaskan Kasus Stunting di Kudus Hingga Nol Persen

Menurut Hartopo, penurunan kasus stunting akan dapat mewujudkan generasi emas yang ditargetkan tercapai tahun 2045.

IST
REMBUK STUNTING - Bupati Kudus HM Hartopo bersama sejumlah kepala dinas menggelar Rembuk Stunting, di Pendopo Bupati Kudus, Rabu (28/4). (IST) 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berkomitmen untuk mengentaskan kasus gizi buruk atau stunting. Bupati Kudus, Hartopo akan melakukan terobosan untuk mempercepat penurunan kasus stunting.

"Kami berkomitmen untuk menurunkan kasus stunting di Kabupaten Kudus," ujar dia‎ disela-sela Rembuk Stunting, di Pendopo Bupati Kudus, Rabu (28/4).

‎Upaya yang dilakukan, di antaranya dengan menggiatkan sosialisasi dan edukasi kepada warga masyarakat. Terutama edukasi kepada wanita hamil karena potensi kasus stunting ‎sudah bisa terjadi sejak bayi masih dalam kandungan.

"Kami akan mengupayakan outputnya lebih, dengan memberikan ‎sosialisasi dan edukasi. Dan ada anggaran juga untuk itu," jelas dia.

‎Menurut Hartopo, penurunan kasus stunting akan dapat mewujudkan generasi emas yang ditargetkan tercapai tahun 2045.

Kendati demikian,  angka stunting di Kabupaten Kudus masih berada di bawah rata-rata angka nasional sebesar 14 persen. "Angka stunting 4,7 persen di Kabupaten Kudus, masih di bawah angka nasional," ujarnya.

Diketahui, angka stunting di Kudus merupakan peringkat kedua terendah setelah Kota Semarang.
Meskipun angka stunting rendah, Hartopo ‎tetap berupaya menekan kasus stunting hingga nol persen. "‎Walaupun angka stunting ini rendah, tetap saja masih ada angkanya," kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kudus, Sudjatmiko mengatakan, bakal menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk menurunkan kasus stunting. "Targetnya zero stunting, semuanya akan kami gerakkan," ujarnya.

Dalam setahun, kata dia, jika bisa menurunkan 1 persen saja dinilai sudah pencapaian yang yang bagus. Sehingga kondisi stunting 4,7 persen tuntas dalam lima tahun. "Kalau satu tahun bisa turun satu digit, sudah bagus. Tahun depan menjadi 3,7 persen dan terus turun," katanya.

1.000 Hari Pertama
Menurut dia, setiap warga masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk memperhatikan pentingnya 1.000 hari pertama. "Dimulai dari masih janin sampai dua tahun setelah kelahiran. Kalau lewat masa itu jadi percuma. Ini yang menjadi PR bersama," ujar dia.

Halaman
123
Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved