Breaking News:

Berita Semarang

Jurusan KPI UIN Walisongo Semarang Gelar Tadarus Komunikasi selama Ramadan Ini

Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN)Walisongo Semarang gelar tadarus komunikasi selama Ramadan.

Istimewa
Peserta mengikuti tadarus komunikasi secara daring melalui Zoom yang digelar Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Walisongo Semarang, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melalui Center for Da’wa and Islamic Communication Studies (CENDICS) menyelenggarakan tadarus komunikasi selama Ramadan ini.

Tadarus komunikasi dilaksanakan mulai 19 April sampai 6 Mei 2021 secara daring melalui Zoom dengan mengangkat tema terkait komunikasi. Pada tadarus komunikasi seri tiga, mengangkat tema peran government public relations di masa pandemi.

Hadir sebagai pemateri dalam tadarus komunikasi tersebut yaitu Pranata Humas di Kominfo Provinsi Jawa Tengah, Rieka Hapsari. Rieka yang memiliki banyak pengalaman di bidang kehumasan itu sebelumnya memiliki pengalaman sebagai PR di Grand Candi Hotel dan PR di Pro TV. Ia menekankan pentingnya humas yang tanggap dan professional.

"Tujuan dari humas pemerintah adalah menyampaikan informasi kepada publik, menyerap aspirasi masyarakat melalui masukan, kritik dan saran untuk perbaikan. Salah satu upaya untuk menyerap aspirasi masyarakat Jawa Tengah  adalah Lapor Gub. Tujuan terakhirnya adalah membentuk Citra Positif Organisasi dan Public Trust," paparnya, dalam keterangannya  Rabu (28/4/2021).

Rieka juga membagikan tentang apa saja upaya yang dilakukan oleh humas di masa pandemi ini. Dikatakannya, humas tidak hanya mengirimkan informasi saja tetapi juga memastikan informasinya bisa tersampaikan dengan baik.

"Gunakan pola komunikasi yang praktis dan kedaerahan, kreatif dan gunakan metode baru, bangun kepercayaan dengan khalayak dan yang paling penting adalah Jadilah contoh," ucapnya.

Pemateri kedua dalam tadarus komunikasi series ketiga ini adalah Hafizh Tamam, mahasiswa UIN Walisongo yang saat ini menjabat sebagai ketua Dompet Dhuafa Voulenter dan aktif di Perhumas Muda Semarang.

Tamam bercerita tentang pengalamannya saat bergabung di perhumas muda dan mengajak teman teman yang tertarik dengan dunia PR bisa belajar dan berkembang Bersama di Perhumas Muda Semarang.

Bagi Tamam Perhumas Muda adalah tempatnya belajar tentang kehumasan dan mendapatkan pengalaman sedangkan Dompet Dhuafa Voulenter adalah tempatnya untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan.

Kegiatan tadarus komunikasi series tiga ini dimoderatori oleh Alifa Nur Fitri, dosen Public Relations UIN Walisongo Semarang. Ia menuturkan, kegiatan tadarus komunikasi kali ini diikuti oleh 173 peserta dari berbagai kalangan baik dari mahasiswa, dosen maupun praktisi dari berbagai daerah.

"Tujuan dari kegiatan ini melihat bagaimana sinergi humas Pemerintah dan perusahaan non profit seperti Dompet Dhuafa dalam menghadapi pandemi," katanya.

Tidak sampai di sini saja, Alifa menyampaikan, masih ada series lanjutan kegiatan tadarus komunikasi. Sebelumnya, pada series yang pertama tema yang dibahas adalah tentang Mobile Journalism dengan pembicara Abdul Arief dari Aliansi Jurnalis Independen.

Series kedua dilaksanakan dengan mengangkat tema Budaya, Media dan Gender dengan pembicara Siti Solihati, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo dan Novi Maria Ulfah, anggota KPU Kota Semarang. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved