Breaking News:

Pemkab Semarang Sementara Tak Izinkan Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang untuk sementara ini tidak mengizinkan dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Tribun Jateng/ Dina Indriani
Ilustrasi: Sejumlah siswa kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka. 

Penulis: M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang untuk sementara ini tidak mengizinkan dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Hal tersebut, menyusul adanya kenaikan kasus terkonfirmasi positif virus Corona (Covid-19). 

Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha mengatakan Pemkab Semarang akan fokus menangani arus mudik libur Lebaran 2021 mengingat masyarakat datang dari luar kota dan luar wilayah ke Kabupaten Semarang diprediksi meningkat.

"Untuk anak-anak sekolah yang sudah selesai ujian, ini kita tidak izinkan ada pembelajaran tatap muka (PTM). Kita tidak boleh dahulu, karena Pemkab Semarang akan konsentrasi penuh pada orang-orang yang mudik walaupun itu dilarang,” terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (28/4/2021)

Menurut Ngesti, ujicoba PTM diprioritaskan untuk kelas VI dan kelas IX karena jenjang pendidikan itu saat ini tengah memasuki masa ujian akhir sekolah.

Ia menambahkan, ujicoba PTM sendiri wajib memenuhi enam persyaratan yang diterbitkan Kemenkes RI, memperoleh penilaian SIAP daftar periksa kesiapan sekolah dari tim verifikasi/visitasi kesiapan sekolah tingkat kabupaten. 

"Kemudian mendapat izin dari orang tua/wali peserta didik, mendapatkan izin dari Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan. Selanjutnya wajib mendapat izin dari Bupati, dan ditetapkan sebagai satuan pendidikan uji coba PTM oleh Pemerintah Provinsi," katanya

Dirinya menyatakan, Pemkab Semarang terus berupaya maksimal mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Selain menggerakkan Satgas Jogo Tonggo, sosialisasi pentingnya protokol kesehatan (prokes) terus disampaikan hingga lapisan desa/kelurahan, RT, dan RW.

Kemudian lanjutnya, Pemkab Semarang juga sudah mempersiapkan bantuan cairan pembersih tangan dan masker untuk semua pedagang pasar yang ada di Kabupaten Semarang.  

"Ini dalam rangka upaya pencegahan penyebaran Covid-19, tentunya kita harus bareng-bareng. Sampai saat ini  total kumulasi warga Kabupaten Semarang yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 10.296 orang atau naik 134 kasus sejak Rabu 22 April 2021," ujarnya.

Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha.

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved