Pemkab Sragen Larang Warga Mudik Kecuali Alasan Bekerja dan Belanja

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati melarang aktivitas mudik antar Soloraya ke Sragen.

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika berkunjung ke desa-desa. 

Penulis : Mahfira Putri Maulani

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati melarang aktivitas mudik antar Soloraya ke Sragen.

Namun dia memperbolehkan pergerakan untuk bekerja atau alasan temporary.

"Nggak ada mudik lokal Soloraya ke Sragen, wilayah aglomerasi Itu untuk orang yang bekerja supaya tidak kesulitan kalo misal orang Sragen kerja di Solo," kata Yuni ketika ditemui wartawan.

Yuni melanjutkan hak itu berbanding lurus dengan ASN yang tidak boleh cuti.

Sehingga perlu adanya wilayah aglomerasi agar mempermudah berkerja di tujuh wilayah Soloraya.

"Makanya yang diperbolehkan (pergerakan) untuk dinas untuk bekerja baik swasta maupun negeri. Atau temporary misalnya masyarakat Sragen belanja di solo, atau orang sakit," lanjut dia.

Dia mengatakan secara teori memang mudah namun pada memang prakteknya akan sulit, sehingga dalam hal ini bekerjasama dengan Polres Sragen melakukan penyekatan.

Sementara untuk kendaraan diluar Soloraya juga tidak diperbolehkan melintas. Namun dirinya mentolerir warga Sragen yang membeli kendaraan dari luar Soloraya.

"Kendaraan luar daerah tapi punya Sragen ya nggak papa, KTP bisa dilihatkan. Penyekatan itu serapat-rapatnya pasti akan ada yang lolos karena pemeriksaan juga random," lanjut Yuni.

Swab Antigen

Mengantisipasi persebaran Virus Corona, pihaknya juga mempersiapkan sebanyak 6.000 swab antigen. Yuni mengatakan jumlah itu tidaklah cukup untuk melakukan swab kepada pemudik yang lolos.

Sebanyak 6.000 swab antigen itu akan disebar di seluruh kecamatan di Sragen.

Sebanyak 2.000 akan standby di empat titik pemeriksaan.

Dua titik di rest area yakni rest area 519 A dan B, exit toll Pungkruk dan di jembatan Timbang Toyogo. Dari tujuh pos yang disiapkan hanya akan ada empat yang ada test swab.

"Saya yakin 6 ribu itu kurang, tahun lalu saja pelaku perjalanan hampir 30 ribu. Mungkin ada larangan yang masif seperti ini turunnya bisa maksimal," harapanya.

Ia memperkirakan apabila ada pemudik yang lolos 5-7 persen, mereka masih bisa dilakukan swab antigen seluruhnya.

Mengingat tidak semua pintu masuk Sragen dijaga dan banyaknya jalan tikus.

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved