Breaking News:

Berita Banyumas

Tak Dapat Angkut Para Pemudik, Begini Nasib Pengusaha Travel di Purwokerto

Kebijakan pelarangan mudik membuat sebagian besar pemilik jasa angkutan gigit jari karena tak dapat meraup untung

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Kebijakan pelarangan mudik membuat sebagian besar pemilik jasa angkutan gigit jari karena tak dapat meraup untung. 

Alih-alih ingin bangkit dari pandemi, kebijakan dilarang mudik membuat sebagian besar armada mobil kembali terparkir di garasi. 

Begitulah setidaknya yang dirasakan pengusaha jasa travel di Purwokerto yang saat ini mencoba patuh kebijakan pemerintah. 

Sembari bertahan ditengah ketidakpastian usaha yang semakin menurun. 

Salah satu pengusaha Travel di Purwokerto, Tri Kusuma yang diwakilkan oleh Public PR, Dian Susilowati mengatakan akan tetap mendukung kebijakan pemerintah. 

Meskipun diakui bahwa omset penghasilan dari travel saat ini hanya tinggal 20 persen, dalam setahun terakhir. 

Menurutnya pada awal puasa kemarin, sebelum ada keputusan resmi pelarangan mudik, sudah mulai naik permintaan dan pemesanan. 

"Dari 25 armada yang ada, yang beroperasi paling hanya 5-7 saja. 

Dengan kapasitas maksimal 5 orang dari kapasitas normalnya 8 orang," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (28/4/2021). 

Tujuan paling banyak adalah ke daerah seperti Jogja Solo Semarang, sementara kalau ke Jakarta hanya membawa paket.  

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved