Breaking News:

UIN Walisongo Semarang

Tim WeGreen UIN Walisongo Semarang Benchmarking ke UPT Konservasi Unnes

Tim pengelola kampus Hijau UIN Walisongo Semarang (WeGreen) menyambangi UPT Konservasi Universitas Negeri Semarang.

IST
Tim pengelola kampus Hijau UIN Walisongo Semarang (WeGreen) menyambangi UPT Konservasi Universitas Negeri Semarang (Unnes), Senin (26/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Tim pengelola kampus Hijau UIN Walisongo Semarang (WeGreen) menyambangi UPT Konservasi Universitas Negeri Semarang (Unnes), Senin (26/4/2021). Walisongo.ac.id

Kunjungan dalam rangka benchmarking implementasi kampus hijau ini dilakukan di Office Room Konservasi, Gedung Prof. Satmoko LP3 Unnes.

Dr. Nikmah Rochmawati, M.Si menjadi ketua rombongan tim WeGreen UIN Walisongo yang diterima langsung oleh Wakil Rektor IV Dr Hendi Pratama SPd MA bersama Ketua UPT Konservasi Unnes Prof Amin Retnoningsih.

Dr Hendi Pratama SPd MA, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Unnes menyampaikan pola penerapan kampus hijau di Unnes dilandasi oleh visi universitas yang fokus pada penerapan nilai-nilai konservasi dan reputasi internasional.

“Di Unnes Program Kampus Hujau dilakukan oleh UPT Konservasi, selain selaras dengan visi Unnes, penerapan kampus hijau adalah tuntutan perubahan zaman,” ungkapnya.

“Seluruh warga Unnes ingin menjadi penyelamat bumi, baik dari nilai konservasi sosial budaya juga sumber daya alam,” tambah Dosen Fakultas Bahasa dan Seni ini.

Hal senada juga disampaikan Prof Amin Retnoningsih, Kepala UPT Konservasi ini menyampaikan bahwa berjalannya program kampus hijau di UNNES ialah berkat adanya UPT Konservasi dan tim gugus konservasi di masing-masing fakultas.

“UPT Konservasi Unnes memiliki tiga pilar konservasi yakni nilai karakter, seni budaya, serta sumber daya alam dan lingkungan. Ketiga pilar ini dijalankan oleh UPT dan Gugus Konservasi di setiap fakultas”, jelas Kepala UPT Konservasi Unnes Prof. Amin

Seusai berdiskusi mengenai tata kelola manajemen kampus hijau, Tim WeGreen diajak berkunjung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Unnes.

Di lokasi ini beberapa produk hasil olahan sampah seperti kompos dan magot bsf dikerjakan oleh petugas pengolah sampah.

Berbagai fasilitas seperti insenerator, alat pencacah hingga mobil pengangkut sampah disediakan untuk mengolah rata-rata 5 ton sampah setiap hari di seluruh kampus Unnes.

Selain memiliki keandalan dalam bidang pengelolaan sampah, UPT konservasi Unnes juga memiliki concern dalam riset terkait pengembangan kampus hijau.

Jurnal Sinta 4 yang mempublikasikan topik-topik penelitian terkait konservasi sumber daya alam telah dimiliki UPT Konservasi Unnes.

Keberadaaan jurnal tersebut juga merupakan salah satu program yang disiapkan Unnes terkait keikutsertaanya dalam penilaian kampus hijau yang diselenggarakan oleh UI GreenMetric World University Rankings (UIGM WUR).

Keberadaan pengembangan kampus hijau di Unnes juga semakin lengkap dengan dibukanya program studi S1 Ilmu Lingkungan yang dirilis dua tahun lalu. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved