Breaking News:

3.645 Orang di India Meninggal dalam 24 Jam Terakhir

Kini, negara Asia Selatan itu melaporkan total 204.832 kematian karena virus corona, meski pakar meyakini angkanya jauh lebih tinggi.

Editor: Vito
AP
Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, NEW DELHI - Pada Kamis (29/4), India mencatatkan 3.645 korban meninggal karena covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Kini, negara Asia Selatan itu melaporkan total 204.832 kematian karena virus corona, meski pakar meyakini angkanya jauh lebih tinggi.

Merujuk pada data kementerian kesehatan, Negeri Bollywood pada Kamis kembali menorehkan rekor, karena angka itu tercatat lebih tinggi 350 orang dari hari sebelumnya, Rabu (28/4).

Krematorium New Delhi pun dikabarkan mengkremasi lebih dari 600 jenazah setiap hari selama sepekan terakhir.

North Delhi Municipal Corporation (NDMC) mengatakan, jumlah itu dua kali lipat dari angka kematian akibat corona yang diumumkan pemerintah New Delhi.

"Ya, kematian yang dilaporkan sekitar 300 orang, tetapi kami pasti mengkremasi lebih dari 600 jenazah setiap hari. Mereka sengaja tidak melaporkan jumlah kematian sebenarnya," kata Wali Kota NDMC, Jai Prakash, kepada CNN.

Berdasarkan data dari tiga krematorium di ibu kota, Prakash mengklaim bahwa pada Senin pekan ini, Delhi telah mengkremasi 631 jasad, dan melakukan 22 pemakaman jenazah.

"Kami mulai menerima jenazah sejak pagi hari, dan mereka terus berdatangan satu demi satu. Kami harus menutup layanan kremasi di malam hari. Jika tidak, orang akan terus mengirim jenazah, bahkan setelah hari gelap," ucap satu pengurus krematorium Nigambodh Ghat, Suman Kumar Gupta.

Nigambodh Ghat merupakan krematorium terbesar di New Delhi. Gupta menyatakan, krematoriumnya itu telah mengkremasi lebih dari 90 jenazah setiap hari sejak 19-25 April.

Operasional lembaga krematorium yang terus meningkat mendorong Prakash mengeluarkan permintaan resmi agar pasokan kayu bakar bisa tetap stabil.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved