Breaking News:

PLN Distribusi Jateng & DIY

Anak Usaha PLN Uji Coba Bahan Bakar Sampah di PLTU Lontar

Sampah di TPA Rawakucing akan diolah menjadi biomassa substitusi batu bara sebagai bahan bakar PLTU.

Editor: abduh imanulhaq
ist
(Kiri-Kanan) : Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power, Harlen, Komisaris Utama PLN, Amien Sunaryadi, Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah, Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan, M. Ikhsan Assad, dan GM PLN UID Banten, Sandika Aflianto saat berada di TPA Rawakucing, Tangerang (28/4) pagi, usai melihat proses pemanfaatan jumputan padat. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Tidak hanya sebagai upaya mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan, PLN melalui anak usahanya PT Indonesia Power (IP) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang melakukan pengembangan pemanfaatan jumputan padat hasil olahan dari sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawakucing, Kota Tangerang sebagai biomassa pengganti batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar.

“Dalam key performance indicator korporat itu ada co-firing, artinya program ini harus dilaksanakan tahun ini sampai seterusnya nanti, dan saya sebagai dewan komisaris ingin memastikan langsung ke pilot nya yaitu di Tangerang ini,” ungkap Komisaris Utama PLN, Amien Sunaryadi saat melakukan kunjungan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawakucing di Kota Tangerang, Rabu (28/4).

Sampah di TPA Rawakucing akan diolah menjadi biomassa substitusi batu bara sebagai bahan bakar PLTU.

Komposisi sampah di TPA Rawakucing ini terdiri dari Wood Chips (sampah berbasis kayu), Sampah pasar (tradisional/induk) dan Sampah perkotaan/rumah tangga (Municipal Solid Waste/ MSW).

IP bersama Pemkot Tangerang akan melakukan uji coba pertama dengan beberapa variasi komposisi campuran sampah untuk memperoleh pellet SRF (Solid Recovered Fuel) atau RDF (Refused Derived Fuel) yang terbaik.

Pemanfaatan ini diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan sampah di Kota Tangerang.

Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Ikhsan Asaad menyampaikan bahwa program co-firing ini akan terus dievaluasi, karena ini merupakan jalan yang baik untuk keluar dari permasalahan sampah dan juga untuk mendorong Renewable Energy.

“Saat ini pellet masih dihargai senilai 85 persen dari harga batubara. Tetapi ini akan kami evaluasi ke depan. Hal ini seiring dengan semangat kita mendorong percepatan peningkatan penggunaan EBT, karena ini sampahnya diolah menjadi pelet biomassa untuk mensubstitusi batubara sebagai bahan bakar PLTU,” jelas Ikhsan.

Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah juga menyampaikan apresiasinya kepada PLN dan IP yang telah membantu memecahkan permasalahan sampah di Kota Tangerang.

Dengan penduduk hampir 2 juta, jumlah sampah di Kota Tangerang saat ini mencapai 1.500 ton.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved