Breaking News:

Berita Karanganyar

Belum Pernah Ketemu tapi Remaja di Karanganyar Ini Mau Kirim Foto Vulgar ke Kenalan, Begini Akhirnya

Akan tetapi setelah korban berganti handphone, lanjutnya, keduanya tidak menjalin hubungan sejak 2019

TribunJateng.com/Agus Iswadi
Konferensi kasus UU ITE di Kantor Satreskrim Polres Karanganyar, 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Seorang pemuda berinisial YAM (27) asal Magetan terancam Undang-undang ITE usai mengancam akan menyebar foto vulgar milik seorang remaja 17 tahun. 

Kasus itu dilaporkan korban berinisial ADAP asal Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar ke Polres Karanganyar pada Minggu (11/4/2021). 

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Kresnawan Hussein menyampaikan, antara pelaku dan korban belum pernah ketemu secara langsung sejak menjalin komunikasi melalui media sosial pada 2017 lalu.

Selain saling mengirim pesan singkat, keduanya menjalin komunikasi melalui video call.

Akan tetapi setelah korban berganti handphone, lanjutnya, keduanya tidak menjalin hubungan sejak 2019. 

"Minggu (11/4/2021), korban dichat nomor yang mengaku sebagai tersangka, menanyakan kenapa nomornya diblokir.

Tersangka mengancam akan menyebarluaskan foto berisi bagian intim korban.

Kalau tidak mau disebarluaskan, tersangka mengancam dengan menyerahkan uang Rp 1 juta atau berhubungan badan," katanya saat konferensi pers pada Rabu (28/4/2021). 

Kepolisian lantas melakukan penyidikan untuk mencari tahu keberadaan pelaku setelah mendapatkan laporan tersebut. Akhirnya pelaku diketahui berada di Magetan. 

"Kita tangkap tanpa perlawanan di Magetan dan dipertemukan dengan korban, benar pelaku yang sering video call dengan korban," ucapnya. 

Kasatreskrim Polres Karanganyar mengimbau kepada para remaja, jangan mudah menyebarluaskan atau mengirim foto diri kepada orang guna mengantisipasi supaya tidak disalahgunakan oleh orang tidak bertanggung jawab. 

Atas perbuatannya, pelaku diancam Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 1 jo Pasal 52 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan/atau Pasal 37 jo Pasal ayat 1 huruf f undang-undang RI Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi. Dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Saat ditanya, pelaku mengatakan, sebelumnya korban meminta pulsa dengan nominal tertentu.

Akhirnya pelaku bersedia mengirimkan pulsa ke nomor korban asalkan mau video call.

"Nominalnya mulai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu," ungkapnya. (Ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved