Breaking News:

Kim Jong Un Eksekusi Pejabat Korut Beli Alat Medis Murah dari China

Pejabat Korut itu diduga dieksekusi karena mengabaikan instruksi Kim Jong Un untuk membeli peralatan medis dari Eropa. 

AFP/KCNA VIA KNS/STR
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un 

TRIBUNJATENG.COM, PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un disebut mengeksekusi pejabatnya karena membeli alat medis murah dari China.

Pejabat itu diduga dieksekusi karena mengabaikan instruksi Kim Jong Un

Pada Maret tahun lalu, Kim membuka tanah yang akan dijadikan Rumah Sakit Umum Pyongyang, menginstruksikan agar fasilitas itu dibangun dalam 6 bulan.

Namun, hingga tenggat waktunya terlewati, tempat itu belum menjalani pembukaan secara resmi, karena diduga masih kosong peralatan medis. 

Berdasarkan laporan Daily NK, Kim menginginkan rumah sakit itu dilengkapi dengan peralatan dari Eropa.

Namun, si pejabat yang tak disebutkan identitasnya disebut mengajukan rencana alternatif untuk mengimpor alat dari China yang harganya lebih murah.

Ia pun langsung dieksekusi setelah Kim yang mengetahui pembelian itu tak bisa menyembunyikan kemarahan.

Dilansir Daily Mail Rabu (28/4), ofisial itu disebut wakil direktur di Kementerian Luar Negeri Korea Utara.

Sosok yang berusia 50-an itu merupakan pihak yang bertanggung jawab atas urusan ekspor dan impor Korut.

Selain menembak mati pejabat dari kementerian luar negeri, eksekutif dari kementerian kesehatan juga dicopot.

Kim, yang menghabiskan masa kecilnya di Swiss, diyakini percaya alat buatan Eropa sudah tak diragukan kualitasnya.

Jadi, Partai Buruh Korea selaku pihak penguasa menganggarkan bujet besar untuk memenuhi keinginan pemimpin tertinggi mereka.

Namun, partai kesulitan, selain karena sanksi internasional, juga terpaan wabah virus corona untuk mendatangkan barang.

Karena itu, muncul usul menggunakan barang dari China, yang selain murah, juga lebih mudah diimpor.

Tetapi, kontrak itu disebut sudah ditandatangani si pejabat sebelum Kim Jong Un menyetujuinya. (Kompas.com)

Editor: Vito
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved