Breaking News:

Berita Sukoharjo

LAU Siswi SMP Sukoharjo Menipu Jual Beli Album K-pop Hingga Rp 100 Juta: Ada Pembeli dari China

olres Sukoharjo masih mengumpulkan keterangan terkait kasus dugaan penipuan album K-Pop yang melibatkan pelajar asal Sukoharjo, LAU.

Editor: galih permadi
FOX NEWS
Ilustrasi borgol 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Polres Sukoharjo masih mengumpulkan keterangan terkait kasus dugaan penipuan album K-Pop yang melibatkan pelajar asal Sukoharjo, LAU.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Tarjono Sapto mengatakan, pihaknya masih akan melakukam klasifikasi terhadap korban. 

"Korban ini dari Bogor, kita masih melakukan koordinasi dengan Polres Bogor," katanya,  Kamis (29/4/2021).

"Kami juga membutuhkan keterangan dan kepastian dari si korban," imbuhnya. 

Koordinasi ini dilakukan untuk menentukan apakah kasus ini akan ditangani oleh Polres Bogor atau Polres Sukoharjo. 

Pasalnya, jika diruntut dari lokasi kejadian, korban melakukan transaksi membeli album K-Pop dari LAU di Bogor. 

LAU sendiri sudah diperiksa oleh Unit PPA Polres Sukoharjo

AKP Tarjono Sapto menjelaskan, LAU ini merupakan perantara jual-beli album Korea. 

"Dia mendapatkan barangnya dari seseorang yang ada di Korea. Menurut keterangan LAU, dia hanya perantara," ucapnya. 

"Jadi ada yang beli lewat dia, dia akan transfer uang ke penjual yang di Korea, nanti penjual yang di Korea itu yang akan mengirim langsung ke pembeli," jelasnya.

Transfer uang sendiri sudah menggunakan mata uang korea. Dalam transaksi itu, LAU akan memotong berapa persen yang merupakan keuntungannya sebagai makelar. 

ALU menjalani bisnisnya sejak Januari 2020 lalu. 

Awal-awal transaksi, bisnis jual-beli album K-Pop ini berjalan mulus, namun dalam belakangan ini mulai terjadi masalah. 

"Kalau dari keterangan korban, ada pembeli lain selain yang di Bogor. Ada sekitar 3 orang," jelasnya. 

Diamankan Polisi

Kabar pengamanan LAU, seorang pelajar asal Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo oleh kepolisian menyeruak.

Pengamanan itu dilakukan atas kasus dugaan penipuan dengan modus jual beli album K-Pop yang dilakukannya.

Bahkan, itu membuat puluhan pembelinya merugi dan total kerugiannya ditafsir hingga lebih dari Rp 100 juta.

Kabar tersebut pertama kali dihembuskan oleh salah seorang pemilik akun twitter @dobbiesyourmey, Imelda.

Imelda merupakan salah seorang terduga korban dugaan penipuan yang dilakukan LAUALU. Ia bahkan rugi hingga Rp 13 juta.

Ia mencuitkan status yang berbunyi sebagai berikut :

'si penipu sudah ditahan'

Status dicuitkannya Rabu (28/4/2021) sekira pukul 17.32 WIB dan dikomentari 38 komentar serta 18 like.

Atas kabar tersebut, Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Tarjono Sapto membenarkan hal tersebut.

"Iya benar," kata Tarjono kepada TribunSolo.com, Rabu (28/4/2021).

Pintu dari Triplek

LAU, pelajar SMP di Sukoharjo yang diduga menipu puluhan pelanggan lewat modus jual beli album K-Pop berasal dari keluarga tidak mampu.

Bapak-ibunya terpisah pulau sejak tiga tahun lalu dan keduanya kini menganggur.

Bapak LAU disebut masih menetap di Lampung sementara sang ibu, ST berada di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo.

ST memilih pulang bersama dua anaknya ke rumah orang tuanya karena bapak LAU menjadi pengangguran di tanah rantau.

Rumah yang didiami Sri dan dua anaknya merupakan milik ibunya dengan luasan kurang lebih 70 meter persegi.

"Ini rumah ibu," kata dia kepada TribunSolo.com, Rabu (28/4/2021).

Dari pantauan TribunSolo.com, pintu rumah terbuat dari paduan kayu dan triplek.

Itupun sudah ada yang bolong dan di pilar pintu rumah tertera tulisan 'Tidak Menerima Tamu Maaf'.

Cat-cat dinding rumah penuh coretan dan sudah mengelupas. Lantai beralaskan jubin. Penutup jendela rumah dari triplek.

Kursi tamu tidak ada. Hanya ada sebuah televisi butut tabung 21 inch di rumah itu.

ST mengungkapkan rumah tersebut diisi tiga kepala keluarga, yakni Sri, adik Sri, dan orang tuanya.

Ya, ibunya masih tinggal di rumah itu. Ia menggunakan kursi roda untuk membantu mobilitasnya.

Kondisi kursi rodanyapun memprihatinkan. Bannya sudah tidak terpasang semestinya.

"Total ada 10 orang yang tinggal di sini. Ya, umpel-umpelan," ungkapnya.

Untuk makan sehari-hari pun seadanya. Mereka kini hanya bisa bergantung pendapatan adiknya.

"Silahkan saja datang ke sini dan melihat langsung kondisi kita bagaimana. Kita juga bingung mau mengembalikan menggunakan apa. Buat makan saja susah," ucap dia.

Jeritan Ibunda

Orang tua LAU, terduga pelaku dugaan penipuan jual beli album K-Pop kini tidak lagi bekerja.

Ibu ALU, ST memilih keluar dari pekerjaan di sebuah kedai makan Sukoharjo karena sakit beberapa waktu lalu, sementara bapaknya menganggur di Lampung.

Orang tua dibikin kaget dengan kabar dugaan penipuan jual beli album K-Pop yang disangkakan ke LAU.

Bapak ALU sudah dihubungi putri sulungnya itu melalui sambungan handphone.

ALULAU meminta tolong kepadanya.

Namun, permintaan tolong itu ditolak bapaknya hingga akhirnya memblock no nomor handphone ALU.

Alhasil, ST yang kemudian membantu sebisanya apalagi setelah dirinya keluar dari pekerjaan karena sakit.

Ditambah, upaya refund ke reseller Indonesia dan Korea Selatan masih seret.

"Keadaan seperti ini mau tidak mau mencari pinjaman. Cari pinjaman ke tetangga-tetangga, ya pokoknya cari pinjaman dulu," ucap dia kepada TribunSolo.com, Rabu (28/4/2021).

Sri mengatakan yang penting saat ini berusaha mencicil dulu uang para pembeli usaha jual beli album K-Pop milikLAU.

Mereka sudah ada yang mendapat cicilan.

"Kemarin dari A itu masih kurang Rp 1 juta dari totalnya Rp 2 juta. Kemudian ada dari N Rp 7 juta sudah kembali Rp 3 juta," kata dia.

"Lalu T yang total Rp 10,5 juta baru bisa kembali Rp 1,5 juta. Lalu L yang totalnya Rp 24 juta sudah kembali Rp 10 juta, yang lain belum ada (uang)," tambahnya.

Namun, ada pembeli asal China yang enggan uang pembeliannya yang sejumlah Rp 70 juta dicicil. Ia ingin dibayar kontan.

Sri mengungkapkan uang tersebut tidak sepenuhnya masuk ke rekening yang dipakai LAU. Putrinya hanya menerima kurang lebih Rp 20 juta.

"Kami minta tempo mau bagaimana lagi. Kalau mau jual, mau jual apa. Tidak ada yang bisa dijual," ungkapnya. 

Kesaksian Ibundanya

Keluarga tidak pernah menyangka usaha jual beli album K-Pop yang dirintis LAU bakal berujung kasus dugaan penipuan.

Apalagi, itu sampai menghebohkan jagad media sosial Twitter dan merugikan puluhan pelanggan dengan total kerugian ditafsir lebih dari Rp 100 juta.

Meski begitu, kelurga meyakini LAU tidak akan melakukan penipuan semacam itu.

"Putri saya menipu buat apa. Dia saja pakai identitas asli. Kondisi rumah juga seperti ini," kata ibu ALU, ST kepada TribunSolo.com dengan mata berkaca-kaca, Rabu (28/4/2021).

"Dia sebenarnya cuma ingin membantu orang tua," jelasnya menekankan.

Untuk diketahui, bapak dan ibu ALU sudah terpisah pulau sejak tiga tahun lalu.

Bapak menetap di Lampung sementara ibu ALU menetap di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo.

Mereka pun kini menganggur sehingga tak ada pemasukan.

ALU, sambung Sri, merintis usaha jual beli album K-Pop untuk membantu ekonomi keluarga.

Awalnya, ia hanya melayani permintaan sekitar rumah sebelum akhirnya merambah ke luar Desa Mulur.

Itu dilakukan ALU dengan bekerja sama dengan reseller asal Indonesia dan Korea Selatan.

Awalnya itu berjalan dengan baik sebelum akhirnya tiba di bulan Januari 2021.

ALU sempat menangis sesunggukan tiap malam akibat kabar yang didapatkannya.

Reseller Indonesia langganannya sudah tidak bisa lagi dikontak.

"Tiap malam menangis. Minta dicarikan uang Rp 20 juta. Terus saya jawab, 'uang dari mana'," ucap Sri.

Sekira tanggal 20 Januari 2021, LAU mendapat telepon dari ayah seorang pelanggannya asal Bogor.

Ia meminta untuk uang yang kadung ditransfer harus segera dikembalikan.

Itu lantaran pesananya tak kunjung datang.

"Orang tua itu sampai mengancam. Setelah anak saya menunjukkan bukti chat dengan orang Korea dan bukti transfer, orang tua itu mulai dingin," ujar Sri.

Sri mengatakan LAU sudah berusaha meminta refund kepada reseller album K-Pop Indonesia dan Korea Selatan. Namun tidak ada jawaban pasti.

"(Reseller akan me-refund) sebulan lagi. Ditunggu lagi sampai 15 Februari 2021, tapi minta mundur lagi, mundur lagi sampai sekarang," katanya.

ALU, aku Sri, sudah mencoba menghubungi reseller asal Korea Selatan, termasuk mengirimkan direct message ke akunnya.

"(Akun) tidak ditanggapi. Kalau terus bertanya, bisa-bisa di-block. Kasus itu sudah ada," akunya. 

Viral di Twitter

Sebelumnya, ungguhan curhatan akun tentang dugaan penipuan pemesanan album K-Pop viral di medsos.

Adapun pesan itu diungguh di medsos Twitter dengan @Dobbiesyourmey yang memiliki pengikut 2.382 pengikut.

Begini tulisannya :

BALIKIN DUIT GUE WOY HELP JANJI JANJI MULU LU NENG KMAREN TANGGAL 15 APRIL TRS TGL 26 TRS DIUNDUR LAGI TGL 30 GAPUNYA MALU A*****G GUE YANG JDI SASARAN...

Dia juga membubuhkan foto yang diduga penipu dan kartu pelajar yang masih mengenyam pendidikan di bangku SMP berasal dari Kabupaten Sukoharjo.

Semenjak diposting Minggu (25/4/2021) pukul 09.02 WIB, sudah ada 7.907 retweet, 2.152 tweet dan mereka yang menyukai menembus angka 30,1 ribu.

TribunSolo.com mencoba menelusuri siapakah @Dobbiesyourmey, dia adalah seorang warga Karawang, bernama Imelda.

Dia mengaku menjadi korban dugaan kasus penipuan yang dilakukan seorang ABG asal Kabupaten Sukoharjo berinisial ALU.

Penipuan itu bermula dari Imelda yang memesan 35 album kedua grup musik k-pop, NCT ke terduga pelaku.

Satu album dihargai Rp 200 ribu-an.

"Saya order itu album NCT PT 2 dengan total Rp 7 juta dan sampai sekarang tidak tahu albumnya ke mana," kata kepada TribunSolo.com, Selasa (27/4/2021).

Padahal, terduga pelaku sudah mengatakan ke Imelda bila barang sudah tiba di Indonesia dan siap kirim.

"Tapi tidak ada juga sampai sekarang," ucapnya.

Meski pesanan pertama belum datang, Imelda tetap coba kembali memesan ke terduga pelaku. Sebanyak 10 album ketiga grup musik K-Pop, Treasure.

"Itu sekitar Rp 2 juta-an dan sama juga katanya sudah dikirim dan sudah perjalanan ke rumah saya dari gudang jasa pengiriman," ujar dia.

"Tapi tidak datang juga dengan alasan, benefitnya hilang di JNE-nya atau ketinggalan," tambahnya.

Imelda mengaku berusaha sabar, sehingga setia menunggu pesanan 10 album treasure itu.

Meski pada akhirnya, album-album tak sampai ke tangannya.

Namun, Imelda tetap sabar dan coba meminta tolong ke terduga pelaku untuk memesankan 13 album yang totalnya mencapai Rp 4 juta.

"Itu saya fullpay ke dia," katanya.

Namun, barang pesanan pertama hingga ketiga Imelda tetap tak kunjung datang.

Pelanggannya pun marah-marah karena sudah menunggu terlalu lama.

"Ya sudah saya belikan ready Indonesia di aplikasi belanja online sekitar 4 pieces. Saya beli buat pembeli saya," ujarnya.

Setelah 2 pekan pasca memesan, Imelda coba menghubungi terduga pelaku namun tidak ada jawaban.

"Saya langsung syok karena dia benar-benar off selama 2 bulan dan tidak ada kabar sama sekali," kata Imelda.

Ia bahkan sampai spam media sosial terdua pelaku tapi tiada balasan.

Tak patah arang, Imelda mencari-cari info terduga pelaku.

"Cari-cari info ke beberapa anak Tweet dan ada yang punya, tapi nomor kontak pamannya," tutur Imelda.

Ia lalu menghubungi paman terduga pelaku dan mendapat respon yang tak terduga. Pamannya lepas tangan.

"Mereka tidak mau berurusan karena katanya yang punya masalah ALU," ujar Imelda.

Kemudian, ia mendapat kabar bila salah seorang terduga korban lain mendatangi rumah terduga pelaku.

Terduga korban sempat bertemu dengan orang tua terduga pelaku.

"Orang tuanya membela ALU," kata Imelda. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Bocah yang Viral Jual Album K-Pop Sudah Diperiksa, Polres Sukoharjo Tunggu Keterangan Korban, 

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved