Breaking News:

Opini

OPINI Mahasiswa: Yang Manakah Karakteristik Indonesia?

Beberapa waktu lalu, dunia siber sempat diramaikan oleh kasus hujatan dan ancaman mati warganet terhadap sepasang gay asal Thailand yang memamerkan

tribunjateng/ist
Widiyanti Ngudi Utami | Mahasiswa Sastra Indonesia Unnes 

Ditulis oleh Widiyanti Ngudi Utami | Mahasiswa Sastra Indonesia Unnes

TRIBUNJATENG.COM - Beberapa waktu lalu, dunia siber sempat diramaikan oleh kasus hujatan dan ancaman mati warganet terhadap sepasang gay asal Thailand yang memamerkan foto pernikahan mereka di media sosial Facebook. Alhasil, pasangan gay tersebut mengambil tindakan hukum yang berakhir diberlakukannya larangan bagi warganet yang telah memberikan komentar-komentar negatif untuk mengunjungi negara Thailand.

Jika dinilai dari sudut pandang agama, terutama bagi umat muslim dan umat kristiani, homoseksual memang merupakan hal terlarang. Namun, jika ditilik dari segi kemanusiaan, menghujat dan mengancam orang yang hanya membagikan momentum kebahagiaan mereka adalah hal yang sama sekali tidak pantas. Terlebih dengan cara barbar dan menghiraukan perasaan serta dampak mental dari orang tersebut.

Dengan munculnya kasus tersebut, para warga Indonesia lantas mulai menemukan hal ironi yang berkaitan dengan adanya kesenjangan karakteristik warga Indonesia antara dunia nyata dengan dunia maya dari sudut pandang orang luar negeri.

Di dunia nyata, Indonesia cukup dikenali sebagai negara dengan penduduk yang hangat dan ramah. Keramahan ini pula yang menjadi salah satu faktor pertimbangan para turis untuk berkunjung ke negara Indonesia. Namun, keramahan tersebut rupanya tidak tercerminkan dalam ranah dunia siber.

Contoh kecilnya, seperti yang telah dibahas sebelumnya, tentang seberapa keras komentar-komentar negatif yang dilayangkan warganet Indonesia terhadap pasangan gay Thailand di sosial media Facebook. Contoh lainnya adalah kasus yang pernah terjadi tahun lalu, dimana warganet Indonesia berbondong-bondong menyerbu akun Tiktoker asal Filiphina bernama Reemar Martin hanya karena rasa kecemburuan.

Lantas, yang manakah karakteristik warga Indonesia yang sebenarnya?

Negara Indonesia menduduki peringkat ke-8 dari total 46 negara dalam daftar subkategori negara paling ramah menurut survei Expart Insider tahun 2019 lalu. Survei tersebut membuktikan bahwa kualitas hidup, kemudahan tinggal, keuangan pribadi, peluang karir, dan jaminan hidup berkeluarga di Indonesia cukup baik. Dalam laporan dari Expart Insider ini, warga negara Indonesia telah terbukti mempunyai sikap hangat dan ramah. Tentu saja peringkat ini cukup membanggakan bagi kita, warga Indonesia. Bagaimanapun, Indonesia berada di wilayah Asia yang menganut budaya timur yang mengutamakan norma kesopanan dengan aturan tertentu.

Sementara itu, ketidaksopanan warganet Indonesia telah dibuktikan dalam hasil penelitian oleh Microsoft yang mengukur tingkat kesopanan digital global pada bulan Februari yang lalu. Dalam laporan yang berjudul Digital Civility Index (DCI), hasil final dari survei menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-29 dari total 32 negara yang disurvei dalam kategori tingkat kesopanan warganet.

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia bahkan menduduki peringkat paling bawah. Hoaks dan scam, ujaran kebencian, dan diskriminasi menjadi tiga faktor tertinggi yang memengaruhi risiko kesopanan daring. Hasil survei tersebut rupanya banyak didorong oleh warganet dewasa dengan persentase sebanyak 68 persen.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved