Breaking News:

Kesehatan

Patut Diperhatikan buat Ibu Menyusui: Puasa Aman, Asal Jangan Sampai Dehidrasi

Ibu menyusui harus memperhatikan nutrisi yang dikonsumsinya. Ada jenis makanan yang berkhasiat membantu ibu menyusui agar tubuh tetap fit.

Patut Diperhatikan buat Ibu Menyusui: Puasa Aman, Asal Jangan Sampai Dehidrasi
TRIBUN JATENG
dr. Gunawan, Sp.OG, dokter kandungan di RSIA Hermina Mutiara Bunda Salatiga

TRIBUNJATENG.COM - Dokter Gunawan, Sp.OG, dokter kandungan di RSIA Hermina Mutiara Bunda Salatiga menjelaskan, dari segi medis, ibu menyusui aman untuk berpuasa. Tetapi setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda. Saat berniat untuk menjalankan ibadah puasa ketika sedang menyusui, pastikan kondisi tubuh benar-benar mampu. Selain itu, ibu menyusui juga harus memperhatikan nutrisi yang dikonsumsinya. Perlu diketahui bahwa pada saat puasa tidak mempengaruhi produksi ASI. Jika terjadi penurunan berat badan selama berpuasa, kondisi ini hanya mempengaruhi kandungan lemak dalam ASI, bukan jumlahnya.

Menurut Baby Centre, bisa atau tidaknya ibu menyusui berpuasa tergantung pada usia bayi. Bayi yang berusia di bawah enam bulan masih membutuhkan ASI eksklusif karena belum mendapat asupan tambahan. Sedangkan bayi yang telah berusia enam bulan lebih, mereka mendapatkan makanan pendamping ASI. Puasa lebih aman dilakukan jika bayi telah berusia enam bulan lebih karena telah mendapatkan asupan tambahan dari MPASI.

Ibu menyusui tidak dianjurkan berpuasa jika mengalami dehidrasi. Jika ibu menyusui muncul tanda dehidrasi seperti mata, mulut, dan bibir terasa kering, merasa sangat haus, air kencing berwarna gelap, sakit kepala, kelelahan, dan badan terasa lemas, maka ibu menyusui dianjurkan untuk segera membatalkan puasa. Pada kasus dehidrasi berta, pasokan ASI akan berkurang sementara.

"Selain kondisi ibu, kita juga harus memperhatikan kondisi bayi. Ibu menyusui disarankan untuk berhenti berpuasa jika bayi terlihat lesu, sering mengantuk, sering menangis, dan frekuensi Buang Air Kecil berkurang. Hal ini bisa merupakan tanda bahwa bayi mengalami dehidrasi atau kurang ASI," katanya.

Pada saat berpuasa, ibu menyusui perlu memperhatikan aktivitasnya. Hindari aktivitas yang terlalu berat dan aktivitas di bawah sinar matahari. Hal ini bertujuan untuk mencegah dehidrasi pada ibu menyusui. Kemudian, para ibu penting memperhatikan beberapa hal ini jika ingin berpuasa di tengah kondisi menyusui. Pertama, perhatikan asupan saat sahur. Karena makanan dan cairan yang dikonsumsi saat sahur merupakan cadangan nutrisi dan kalori selama menjalankan ibadah puasa. Maka dari itu, ibu menyusui tidak boleh melewatkan waktu sahur.

Kedua, cegah dehidrasi. Untuk mencegah dehidrasi, ibu menyusui dianjurkan untuk mengonsumsi cairan secukupnya ketika sahur dan berbuka puasa. Hal ini bertujuan untuk menggantikan cairan yang hilang saat berpuasa. Ibu menyusui juga disarankan minum lebih banyak pada saat sahur. Ketiga, cukup Istirahat. Ibu menyusui disarankan untuk istirahat yang cukup selama berpuasa. Istirahat ini bertujuan untuk mencegah ibu mengalami kekurangan energi. Selain itu, kurangi aktivitas berat dan olahraga saat berpuasa agar ibu tidak terlalu lelah.

Nah, ibu-ibu menyusui juga perlu mencukupi kebutuhan nutrisi jika memutuskan untuk berpuasa. Makanan yang dikonsumsi ibu menyusui harus seimbang, mengandung komponen dari masing-masing kelompok makanan yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

"Para ibu menyusui bisa memilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Nasi merah yang berasal dari beras merah memiliki karbohidrat kompleks sehingga proses metabolisme bisa berlangsung secara bertahap dan tidak menghasilkan energi berlebihan, sehingga akan merasa kenyang lebih lama. Kemudian, hindari buah yang bersifat diuretik seperti semangka, timun, tomat, selada, wortel, dan selada air. Sebab, makanan-makanan itu membuat cairan tubuh terus menerus keluar," paparnya.

Lalu, para ibu bisa mengonsumsi kurma. Kurma adalah sumber yang sangat baik untuk gula, serat, karbohidrat, kalium dan magnesium. Selanjutnya, pilihlah juga makanan yang kaya nutrisi seperti bayam, brokoli, oat, wortel, ubi, dan bawang putih. Makanan-makanan tersebut efektif untuk meningkatkan produksi ASI.

"Mengonsumsi suplemen vitamin D saat sahur terbukti bagus untuk ibu menyusui. Jangan lupa minumlah cairan yang cukup di luar jam berpuasa, sekitar 2 liter sehari. Jangan minum banyak sekaligus, minumlah sedikit-sedikit tapi sering. Tambahkan juga asupan cairan dari susu dan sayur berkuah. Terakhir saat ta’jil, usahakan minumlah minuman hangat agar merangsang kelancaran ASI," paparnya. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved