Breaking News:

Siswanto Kena Pidana 5 Tahun Curi Kabel Telkom Kabupaten Semarang

Siswanto (34) warga Kelurahan Tambakrejo, RT 04/RW 09 Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Tribun Jateng/ Nafiul Haris
Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo saat gelar perkara kasus pencurian di Mapolres Semarang, Kamis (29/4/2021). 

Penulis: M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Siswanto (34) warga Kelurahan Tambakrejo, RT 04/RW 09 Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang terancam dihukum kurungan penjara selama lima tahun akibat mencuri kabel milik PT Telkom Indonesia.

Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo mengatakan dalam aksinya tersangka dibantu dua orang lainnya yakni inisial B laki-laki (33) dan SL (50) yang masih dalam buronan polisi.

"Tersangka melakukan pencurian sekira pukul 03.40 dini hari di Jembatan Bergas Jalan Soekarno Hatta pada 27 April 2021. Akibat perbuatan pelaku, mengakibatkan dua pipa milik perusahaan BUMN sepanjang 4 meter rusak," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Mapolres Semarang, Kamis (29/4/2021)

Menurut AKBP Wibowo, tersangka dalam modus operandinya bertugas menyiapkan sarana pencurian dan menunggu dilokasi serta menyiapkan alat.

Ia menambahkan, sedangkan dua orang berstatus daftar pencarian orang (DPO) masing-masing bertugas memotong pipa yang didalamnya berisi kabel berbahan tembaga.

"Setelah pipa terpotong tersangka Siswanto mencongkel besi menggunakan linggis. Setelah itu diangkut menggunakan mobil pick up untuk dijual ke salah seorang pengepul di Bawen," katanya

Dia menyatakan, dari hasil pengungkapan kasus tersebut petugas mengamankan barang bukti 1 unit kendaraan mobil pick up dengan plat nomor H-9782-CS warna hitam.

Kemudian, dua buah pipa dengan panjang masing-masing 4 meter dan dua buah linggis serta gergaji.

"Atas perbuatan para tersangka dikenakan pasal 363 KHUPidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Adapun para DPO berinisial B dengan ciri-ciri tinggi kurus, kulit putih logat bicara jawa dan SL warna kulit hitam tubuh tinggi terus diburu petugas," ujarnya

Tersangka Siswanto (34) mengaku telah dua kali melakukan pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia. Barang hasil curian dijual perkilogram Rp 70 ribu.

Semula, dia hanya bertugas mengantarkan para DPO tetapi kemudian tergiur untuk melakukan hal serupa pertama kali dirinya mencuri kabel di Ambarawa.

"Saya tergiur, pertama-tama hanya mengantar saat mencuri kabel di Ambarawa. Kemudian diajak lagi, sasaran pencurian di Bergas. Barang hasil curian dijual di Bawen lalu dibawa ke penadah di Boyolali," jelasnya.

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved