Tadarus

TADARUS: Kewajiban Orang Tua dalam Penuhi Hak-hak Anak

Manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya, sebagaimana yang terkandung dalam Qs. Adz-Dzariyat ayat 56,

Editor: iswidodo
tribunjateng/ist
DR. Ari Anshori, MAg | Ketua Majelis Kader PP Muhammadiyah Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah 

Ditulis oleh DR. Ari Anshori, MAg | Ketua Majelis Kader PP Muhammadiyah

TRIBUNJATENG.COM - Manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya, sebagaimana yang terkandung dalam Qs. Adz-Dzariyat ayat 56, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. Dalam kehidupan keluarga, orang tua merupakan lingkungan pertama dan utama yang memegang peranan penting dalam mendidik anak agar sesuai dengan fitrahnya, yaitu Islam.
Rasulullah saw. mengatakan bahwa setiap anak lahir dalam keadaan fitrah, dan orang tua memegang peranan penting agar anak tidak keluar dari fitrahnya itu. Semua tanggungjawab ini dilakukan dalam rangka beribadah kepada Allah swt. Dalam ayat lain, Allah swt. berfirman yang artinya, “Hei orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Qs. At-Tahrim ayat 6).
Setiap mukmin wajib mengadakan segala upaya agar diri dan keluarganya terhindar dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Sehingga, selain memenuhi kebutuhan fisik, orang tua juga harus memenuhi kebutuhan spiritual anak. Anak merupakan aset yang sangat berharga bagi orang tua dan amanah dari Allah swt. Orang tua diberikan amanah oleh Allah swt. untuk mampu mendidik anak-anak mereka agar kelak menjadi anak yang soleh dan berbakti kepada kedua orang tua dan agama mereka sampai akhir hayatnya.
Dalam artikel sederhana ini, akan kami paparkan secara ringkas beberapa kewajiban orang tua yang patut dipenuhi terhadap anak. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Memberi nama yang baik
Salah satu kewajiban pertama yang harus dilaksanakan oleh orang tua adalah memberikan nama yang baik bagi anaknya. Mengapa demikian? Rasulullah saw. pada suatu waktu bersabda,
“Sesungguhnya pada hari kiamat nanti, kamu sekalian akan dipanggil dengan namamu dan nama bapakmu. Oleh sebab itu, buatlah nama yang baik untukmu sekalian” (HR. Abu Dawud). Selain itu, nama merupakan doa orang tua dan senantiasa melekat kepada sang anak sepanjang hayatnya.
2. Aqiqah
Aqiqah adalah menyembelih kambing untuk anak yang lahir sebagai tanda rasa syukur kepada Allah swt. atas kelahirannya. Persyaratan aqiqah untuk bayi laki-laki adalah dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Rasulullah saw. bersabda, “Bagi anak laki-laki sembelihkan dua ekor kambing yang mencukupi dan bagi anak perempuan disembelihkan satu ekor kambing” (HR. Abu Dawud). Waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah dan pemberian nama adalah hari ke-7 setelah kelahiran.
3. Menyusui
Seorang ibu wajib menyusui anaknya. Ini sebagaimana firman Allah swt. “Para ibu hendaknya menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” (Qs. Al-Baqarah ayat 233).
Ayat ini menegaskan bahwa pemberian ASI yang sempurna adalah selama dua tahun. Akan tetapi, bila ibu tidak mampu melakukannya, maka bisa juga diberikan kepada ibu susuan.
4. Mengasuh
Orang tua harus mengasuh anak dengan baik sampai mereka mampu hidup mandiri. Mengasuh di sini termasuk di dalamnya agar jiwa anak menjadi jauh dari kehancuran. Ketika masih kecil, anak masih sangat tergantung pada asuhan orang tua dalam semua aspek kehidupan mereka. Mereka makan, mandi, bahkan tidur pun masih bergantung pada orang tua mereka.
Apabila orang tua tidak memberikan makanan yang baik, atau membiarkan anak hidup dalam lingkungan yang kotor, juga berbagai kondisi fisik lainnya yang tidak memadai, maka hal ini dapat mengganggu pertumbuhan fisik dan psikis anak.
5. Memberikan kasih sayang
Rasulullah saw. memberikan teladan yang baik dalam memberikan kasih sayang kepada keluarga, termasuk kepada anak. Kasih sayang di sini tidak hanya dengan bentuk ucapan, tetapi dalam segala perbuatan kepada anak. Salah satu contoh yang sudah sangat akrab bagi kita adalah bagaimana Rasulullah saw. membiarkan cucunya untuk bermain di atas punggungnya ketika sedang sujud dalam shalat. Rasulullah tidak sampai hati untuk mengganggu cucunya yang sedang bermain sampai dia puas kemudian pergi dengan sendirinya. Baru kemudian beliau melanjutkan shalat.
6. Memberikan perlindungan dan menafkahi keluarga
Sebagai seorang pemimpin keluarga, ayah memiliki tanggungjawab untuk memberikan perlindungan serta menafkahi seluruh anggota keluarga, termasuk di dalamnya anak. Allah swt. berfirman dalam Qs. An-Nisa’ ayat 34, “Laki-laki adalah pemimpin (qawwam) bagi wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) menafkahkan sebagian dari harta mereka”.
7. Memberikan pendidikan
Memberikan pendidikan yang baik dan benar kepada anak adalah tugas yang paling penting bagi orang tua. Kewajiban inilah yang kemudian memiliki peranan penting agar kewajiban-kewajiban yang telah dipaparkan sebelumnya dapat berjalan dengan maksimal.
Setiap bayi manusia pada hakikatnya lahir dalam keadaan fitrah. Ini sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah saw. bahwa, “Tidaklah seorang anak yang lahir itu kecuali dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau Majusi” (HR. Muslim).
Demikian beberapa kewajiban orang tua yang harus dipenuhi kepada anak. Tentu beberapa poin ini masih bisa bertambah dan dikembangkan lebih lanjut. Tapi, semoga pembagian sederhana ini dapat menyadarkan kita semua betapa pentingnya orang tua untuk dapat memenuhi amanah Allah swt. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved