Breaking News:

Berita Sragen

Berwisata ke Museum Sangiran Sragen di Tengah Pandemi

Wisatawan Museum Purba Sangiran Sragen yang datang menaiki Bus Trans Jateng akan diantar dan jemput.

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Wisatawan ketika berfoto di depan plakat Museum Manusia Purba Sangiran (foto diambil sebelum Pandemi Covid-19) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Wisatawan Museum Purba Sangiran Sragen yang datang menaiki Bus Trans Jateng akan diantar dan jemput dengan kendaraan mobil Carry terbuka.

Fasilitas ini juga diperuntukkan bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan sendiri baik kendaraan roda empat maupun roda dua.

Tidak seperti tahun sebelumnya, tempat parkir wisatawan museum kini berada di luar museum. Kendaraan wisatawan dialihkan ke lahan parkir milik Desa Krikilan.

"Dari tempat parkir, para wisatawan akan diantar dan dijemput dengan menggunakan mobil Carry terbuka yang disediakan pihak desa," kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Sragen, Yusep Wahyudi.

Tempat parkir Sangiran yang berada di lahan pemerintah desa ini dikelola oleh Pemdes. Lahan ini berada berdekatan dengan halte Bus Trans Jateng Sangiran.

Sehingga wisatawan yang ingin berkunjung ke Museum Sangiran bisa langsung menaiki mobil kendaraan menuju museum.

"Bus Trans Jateng kan sudah terus berjalan. Sudah ada halte dan shelter jadi yang naik bus bisa langsung ke museum. Dengan kendaraan antar jemput dari desa," lanjut Yusep.

Museum Sangiran Sragen yang berada di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe sendiri sudah dibuka sejak Sabtu (10/4/2021) setelah tutup selama satu tahun akibat Pandemi Covid-19.

Tidak seperti tahun-tahun sebelum sebelum Pandemi, protokol kesehatan ketat sangat diberlakukan ketika para wisatawan masuk ke museum.

Para wisatawan akan dilakukan pengecekan suhu tubuh, diwajibkan menggunakan masker. Wisatawan juga diminta mengisi data diri lengkap sebelum masuk.

100 Pengunjung Setiap Hari

Jumlah wisatawan juga dibatasi, per hari jumlah wisatawan yang datang hanya 100 orang. Sekali masuk maksimal hanya 10 orang dengan satu pemandu wisata.

"Sementara ini untuk pengunjung masih dibatasi jumlahnya per hari 100 orang, itu juga dengan shift-shift. Dimana satu shift maksimal 10 orang dengan satu pemandu wisata," kata Yusep.

Durasi bagi para wisatawan ketika berkunjung juga menjadi perhatian. Tidak lagi sepuasnya, wisatawan hanya dibatasi dengan waktu tidak lebih dari 30 menit.

Untuk harga tiket, wisatawan domestik hanya perlu membayar Rp 8 ribu sedangkan wisatawan mancanegara Rp 15 ribu per satu tiket. (*)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved