Breaking News:

Berita Semarang

Imam: Bank Syariah Indonesia Siap Satukan Operasional di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta

Bank Syariah Indonesia (BSI) siap lakukan penyatuan sistem layanan di wilayah Jateng dan DIY pada Mei.

Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
Kegiatan press conference yang dihadiri oleh Regional CEO Region Office VIII Bank Syariah Indonesia Semarang, Imam Hidayat Sunarto (dari kiri no 1), Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa (dari kiri no 2) di Kantor Bank Syariah Indonesia Regional 8, Kamis, (29/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bank Syariah Indonesia (BSI) siap melakukan penyatuan sistem layanan di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta pada Mei 2021. Penyatuan layanan tersebut meliputi migrasi rekening nasabah, kartu ATM hingga mobile dan internet banking.

Regional CEO Region Office VIII Bank Syariah Indonesia Semarang, Imam Hidayat Sunarto mengatakan penyatuan system layanan merupakan bagian dari proses merger operasional. 

“Pada proses ini, kami akan menjadikan satu seluruh layanan termasuk identitas bank hingga perubahan buku rekening, kartu ATM serta mobile banking dan internet banking,” ujar Imam dalam kegiatan press conference di Kantor Bank Syariah Indonesia Regional 8, Kamis, (29/4/2021). 

Dalam proses ini, lanjutnya, nasabah diimbau untuk mengganti akun rekening dari bank syariah yang lama (BRISyariah dan BNI Syariah) menjadi akun rekening Bank Syariah Indonesia. Proses migrasi bagi satu juta lebih nasabah ini, dikatakannya dapat dilakukan secara daring maupun tatap muka.

“Untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan, para nasabah bisa melakukan migrasi rekening dengan dua cara, yaitu dengan cara daring atau dengan menggunakan aplikasi BSI Mobile maupun hadir langsung ke kantor cabang Bank Syariah sebelumnya,” jelasnya. 

Sebagai informasi, dijelaskan bahwa proses integrasi operasional cabang, layanan, dan produk dilakukan mulai 15 Februari sampai 30 Oktober 2021. Dalam periode tersebut, nasabah secara bertahap akan dihubungi untuk melakukan migrasi ke Bank Syariah Indonesia. Pada periode tersebut, nasabah dapat menyampaikan informasi bila terdapat perubahan nomor telepon dan email.

Sementara untuk ATM, nasabah tetap dapat menggunakan jaringan ATM dari masing-masing bank asal maupun jaringan ATM yang bekerja sama, seperti jaringan ATM Prima, ATM Bersama, dan GPN. Sedangkan untuk mobile banking dan internet banking dari masing-masing bank asal tetap dapat digunakan dan diakses oleh nasabah sampai dengan informasi selanjutnya.

Untuk pembiayaan baru, nasabah dapat mengajukan ke cabang Bank Syariah Indonesia terdekat. Sedangkan, untuk pengajuan perpanjangan atau restrukturisasi atau penambahan fasilitas pembiayaan dapat dilayani oleh bank asal nasabah sebelumnya. Pembayaran angsuran pembiayaan nasabah tetap dibayarkan melalui rekening bank asal.

“Kami menjamin, dalam hal ini seluruh dana maupun data nasabah akan aman. Kedepannya pun kami akan terus melakukan sosialisasi dan terus menjalin kerjasama dengan institusi dan lain sebagainya,” paparnya. 

Turut hadir, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa mengemukakan bahwa OJK mendukung proses migrasi nasabah BSI ini dengan tetap mempertimbangkan aspek kenyamanan dan keamanan nasabah.

“Kami mendukung kelancaran proses migrasi ini sehingga nantinya nasabah tetap dapat melakukan transaksi yang pada akhirnya dapat memajukan industri keuangan syariah di Tanah Air,” ucap Aman. (*) 

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved