Breaking News:

Berita Pati

Kades dan Cakades di Pati Kepergok Sedang Karokean di Hotel saat PPKM Bupati Siapkan Sanksi

Bupati Pati Haryanto menyayangkan adanya oknum kepala desa (Kades) dan calon Kades terpilih yang terjaring razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Mazka Hauzan Naufal
Bupati Pati Haryanto saat diwawancarai di RSUD RAA Soewondo, Jumat (30/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto menyayangkan adanya oknum kepala desa (Kades) dan calon Kades terpilih yang terjaring razia Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Padahal, sesuai ketentuan di Pati, tempat karaoke dilarang buka selama PPKM. Selain itu, sudah sejak lama di Pati berlaku aturan bahwa tempat hiburan malam dilarang buka selama Ramadan.

Untuk diketahui, jajaran Polres Pati menggelar razia PPKM pada Kamis (29/4/2021) malam.

Dari razia tersebut, polisi menjaring sekira 70 orang pengunjung, pemandu karaoke (PK), serta karyawan dan pemilik usaha karaoke.

Mereka dijaring dari beberapa tempat hiburan malam karaoke yang berlokasi di Kecamatan Juwana, Pati, dan Margorejo.

Dari puluhan orang yang terjaring razia, terdapat satu orang kepala desa asal Kecamatan Gabus yang tepergok sedang karaokean di Juwana.

Selain itu, ada pula satu orang Calon Kades asal Kecamatan Wedarijaksa yang baru saja terpilih dalam Pilkades serentak 10 April lalu dan belum dilantik. Dia kedapatan sedang karaokean di satu hotel di Kecamatan Pati.

Baik kades maupun cakades terpilih tersebut, keduanya berinisial K.

“Sangat disayangkan, yang Kades sudah definitif itu bulan lalu juga pernah terjaring razia yang sama, di tempat yang sama. Ini ketangkap lagi. Saya sayangkan, karena ini bulan suci Ramadan. Jangan diciderai lah, aturannya juga tidak boleh (karaoke di Pati buka selama Ramadan),” kata Haryanto saat diwawancarai di RSUD RAA Soewondo Pati, Jumat (30/4/2021).

Dia juga menyesalkan adanya Cakades yang sudah berulah, bahkan sebelum dilantik. Menurut Haryanto, kepercayaan masyarakat pada oknum Cakades itu akan menurun.

“Padahal calon kades sudah kami beri arahan. Jadi kepala desa itu pemimpin, harus jadi panutan. Saya kasih wejangan, pemimpin harus bisa jadi tepo tulodho (contoh yang baik). Filosofi ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, tut wuri handayani, harus dipegang,” papar Haryanto.

Haryanto menjelaskan, oknum Kades dan Cakades itu, bersama puluhan orang lain yang terjaring razia, sudah digelandang ke Markas Satpol PP. Mereka semua diswab antigen. Beruntung hasilnya negatif semua.

“Selain sanksi moral, sesuai Perbup mereka juga dikenai denda,” tandas Haryanto.

Untuk diketahui, berdasarkan keterangan dari Satpol PP Pati, oknum kades didenda Rp 300 ribu. Sementara, denda untuk Cakades masih disamakan dengan warga biasa, yakni Rp 100 ribu. Sebab yang bersangkutan belum resmi dilantik. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved