Breaking News:

PSIS Semarang

Muncul Isu Kuota Pemain Asing Dikurangi, GM PSIS Contohkan Klub di Piala Menpora

Berkaca dari ajang turnamen pramusim Piala Menpora 2021 kata Liluk, ada banyak pemain muda potensial

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sedang ramai di media sosial terkait isu adanya rencana revisi regulasi penerapan pemain asing jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2021.

Hanya saja belum ada konfirmasi resmi dari PSSI dan operator kompetisi terkait hal ini.

Rencana revisi yang ramai  beredar tersebut yakni pengurangan jumlah kuota pemain asing yang semula 3+1 yang artinya tiga kuota pemain asing bebas plus satu pemain asing kuota pemain asia, rencananya akan dikurangi menjadi 2+1 yakni dua pemain asing kuota bebas plus satu pemain asing kuota pemain asia.

Meski ide tersebut masih belum diketahui kepastiannya, namun hal ini dikatakan General Manager PSIS, Wahyu "Liluk" Winarto bukan menjadi masalah.

Ia mengaku sependapat jika memang wacana tersebut akhirnya diterapkan.

"Kalau soal wacana perubahan kuota pemain asing saya kira setuju saja. Memang kalau terlalu banyak juga saya yakin pemain-pemain kita terutama pemain lokal tidak ada bibit-bibit yang bisa suplai ke Timnas dengan kualitas yang bagus," kata Liluk kepada Tribun Jateng, Kamis (28/4/2021) sore.

Menurut pria yang juga wakil ketua DPRD Kota Semarang tersebut, saat ini banyak pemain lokal potensial di Indonesia, sehingga memerlukan lebih banyak wadah untuk berkembang.

Berkaca dari ajang turnamen pramusim Piala Menpora 2021 kata Liluk, ada banyak pemain muda potensial yang mendapat kepercayaan tampil dan menarik perhatian.

Kesempatan tersebut didapatkan karena absennya sejumlah pemain asing. Bahkan ada beberapa klub yang tak menggunakan jasa pemain asing di Piala Menpora. Satu di antaranya PSIS.

Hasilnya, sejumlah pemain muda tampil mengesankan.

Halaman
12
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved