Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Nekat Mudik Menggunakan Travel Gelap? Uwes: Akan Kami Tindak Tegas

Karena ketika sudah masuk tanggal 6-17 Mei 2021 pemerintah benar-benar tegas menutup akses atau meminta untuk putar balik

TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Kepala Dishub Kabupaten Tegal Uwes Qoroni, saat ditemui setelah kegiatan vidcon rakor pengendalian transportasi pada Idul Fitri 1442 H di wilayah Provinsi Jateng dan DIY, berlokasi di rumah dinas Bupati Tegal, Rabu (28/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Jelang larangan mudik lebaran pada tanggal 6-17 Mei 2021, tidak hanya pemudik awal yang perlu diantisipasi maraknya travel gelap atau mobil pribadi yang dijadikan kendaraan travel juga perlu diwaspadai.

Sanksi tegas bagi masyarakat atau oknum yang masih nekat sudah disampaikan oleh Korlantas Polri pada saat vidcon rakor pengendalian transportasi pada Idul Fitri 1442 H di wilayah Jateng dan DIY beberapa waktu lalu.

Adapun sanksi yang dimaksud seperti tindakan penilangan. Sehingga sambil menunggu proses persidangan mobil travel gelap diamakankan oleh pihak kepolisian.

"Yang kami waspadai adalah masyarakat yang benar-benar ingin pulang ke kampung halaman tapi tidak memakai persyaratan yang sudah ditentukan. Maka ketika mereka sudah sampai lokasi mau tidak mau harus dipulangkan ke arah asal, atau kalau tidak wajib mengikuti tes swab atau rapid tes antigen dan wajib melakukan karantina mandiri. Intinya pada saat larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 kami benar-benar tegas dan diharapkan tidak ada yang mudik," ungkap Kepala Dishub Kabupaten Tegal, Uwes Qoroni, pada Tribunjateng.com, Jumat (30/4/2021).

Bagi oknum yang memanfaatkan momen larangan mudik dengan menawarkan jasa travel gelap, maka akan dikenakan sanski tegas yaitu penilangan dan kendaraan ditahan sampai proses persidangan selesai.

Menurut Uwes, hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mencegah munculnya travel gelap yang masyarakat kadang tidak sadari malah merugikan mereka.

Terutama dirugikan dari segi harga tiket yang dinaikkan berkali-kali lipat dari harga normal atau harga biasanya.

"Saya mendapat informasi tarif untuk travel gelap ini naik cukup drastis. Contohnya saja untuk rute Jakarta-Surabaya sampai Rp 750 ribu, dan Tegal-Jakarta atau sebaliknya harga tiket dimahalkan juga. Dari yang biasanya atau harga resmi Rp 150 ribu - Rp 200 ribu, saat ini bisa mencapai Rp 500 ribuan bahkan hampir Rp 1 juta. Sehingga inilah yang berusaha kami atasi karena masyarakat juga yang rugi, sudah harga lebih mahal resiko terpapar Covid-19 juga tinggi," ungkapnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, pengetatan mudik lebaran 1442 H tidak hanya pada saat larangan mudik berlangsung yaitu tanggal 6-17 Mei 2021. Tapi sebelum dan sesudahnya juga ada aturan yang wajib dipatuhi oleh masyarakat.

Aturan yang berlaku sebelum larangan mudik yaitu tanggal 22 April sampai 5 Mei 2021, dan pasca (setelah) larangan mudik mulai tanggal 18 Mei 2021 pemerintah mempersilahkan masyarakat melakukan perjalanan tapi harus memenuhi persyaratan terlebih dahulu. 

Halaman
123
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved