Breaking News:

Berita Semarang

Peringati Nuzulul Qur’an, USM Gelar Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

USM peringati Nuzulul Qur’an tepat 17 Ramadan dengan berikan santunan pada 100 anak yatim dan dhuafa.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
Istimewa
Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Abdullah Kelib, menyerahkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa di Masjid Baitur Rasyid kampus USM, Kamis (29/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Semarang (USM) memperingati Nuzulul Qur’an tepat pada 17 Ramadan dengan memberikan santunan kepada 100 anak yatim dan dhuafa di Masjid Baitur Rasyid kampus USM, Kamis (29/4/2021).

Acara dibuka oleh Ketua Pengurus Yayasan Alumn

Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Abdullah Kelib, menyerahkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa di Masjid Baitur Rasyid kampus USM, Kamis (29/4/2021).
Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Abdullah Kelib, menyerahkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa di Masjid Baitur Rasyid kampus USM, Kamis (29/4/2021). (Istimewa)

i Undip, Prof Abdullah Kelib dengan menghadirkan pengasuh pondok pesantren Daarul ‘Ilm Mijen, Al Habib Muhammad bin Farid Al-Mutohar, dan pengasuh pondok pesantren Nurul Hidayah semarang, KH In’amuzzahidin.

Dalam sambutannya, Prof Abdullah Kelib mengatakan, peringatan Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadan sangat tepat karena Ramadan juga dikenal sebagai syahrul Qur’an dan syahrul mubarok karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an yaitu pada malam lailatul qodar.

“Peringatan nuzulul Qur’an ini sangat tepat dibarengi kegiatan rutin setiap tahun yaitu santunan anak yatim dan dhuafa, insyaallah akan semakin berkah," kata Prof Kelib.

Ia menuturkan, malam lailatul qodar merupakan malam yang memiliki keistimewaan yang luar biasa. Umat islam jika bisa menghayati dan mentadaburi lailatul qodar maka pahalanya lebih baik dari seribu bulan.

"Itulah keistimewaan lailatul qodar yang semua amalan yang dijalankan akan berlipat pahalanya karena lebih baik dari seribu bulan," jelasnya.

Dalam tausiyahnya, Al Habib Muhammad mengatakan, Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT dua kali. Pertama diturunkan langsung dan komplit 30 juz dan yang kedua diturunkan secara bertahap selama 23 tahun kepada Rasulullah SAW.

"Itu sesuai dengan firman Allah SWT yang bunyinya sesungguhnya kami turunkan Al-Quran di malam lailatul qodar, yang diturunkan di lauhil mahfud di langit dan yang kedua Allah turunkan dari lauhil mahfud ke bumi melalui perantara malaikat jibril ke Nabi Muhammad SAW," paparnya.

Sementara, KH In’amuzzahidin mengatakan, Al-Qur’an merupakan mukjizat luar biasa dari Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW dan menjadi pedoman hidup bagi seluruh umatnya.

"Sehingga kita sebagai umat Nabi Muhammad harus membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved