Breaking News:

Berita Kebumen

Usia 20 Tahun Sudah Jadi Mucikari, WN Ditangkap dengan Barang Bukti Tisu hingga Alat Kontrasepsi

Modusnya, kata AKP Afiditya, tersangka menawarkan wanita cantik yang bisa di-booking melalui aplikasi pencarian jodoh

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Istimewa
Polisi menangkap mucikasi prostitusi online melalui aplikasi pencarian jodoh, Jumat (30/4/2021) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Sat Reskrim Polres Kebumen berhasil membongkar praktik prostitusi online. 

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasat Reskrim AKP Afiditya Arief Wibowo mengungkapkan,  pihaknya telah menangkap WN (20) warga Desa Kecritan Kecamatan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara. 

WN berperan sebagai muncikari. 

"Kita amankan tersangka, dan kita sidik sampai tuntas," jelas AKP Afiditya didampingi Kasubbag Humas Polres Iptu Tugiman, Jumat (30/4).

Penangkapan tersangka dipimpin langsung oleh AKP Afiditya bersama dengan Unit II Tipidter Sat Reskrim pada Kamis 22 April 2021 di sebuah hotel di kawasan kota Kebumen.

Polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya dua handphone android merk Xiomi Note 7 dan  Realmi C 11, alat kontrasepsi, tisu, kunci kamar hotel dan uang tunai sebesar Rp 1 juta hasil transaksi. 

Modusnya, kata AKP Afiditya, tersangka menawarkan wanita cantik yang bisa di-booking melalui aplikasi pencarian jodoh.

Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu untuk sekali berhubungan badan. 

Tersangka memperoleh keuntungan 50 persen dari setiap transaksi," ungkap AKP Afiditya. 

Kepada polisi, tersangka mengaku menjalankan bisnis haram itu sejak sekitar dua bulan terakhir. 

"Kurang lebih dua bulan beroperasi pak," kata tersangka WN.

Dari perbuatan itu, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat ( 1 ) UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberatasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 27 ayat ( 1 ) Jo Pasal 45 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 296 KUH Pidana dan atau Pasal 506 KUH Pidana ancaman penjara paling lama 6 tahun serta denda paling banyak Rp 1 miliar.  (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved