Breaking News:

Eksklusif

Cerita WNI Situasi Parahnya Tsunami Covid-19 di India: Tempat Parkir Jadi Krematorium

Menurut penuturan Warga Negara Indonesia (WNI) di India Mohd. Agoes Aufiya, terdapat lahan parkir diubah alih fungsi menjadi krematorium

Editor: rustam aji
ISTIMEWA/Reuters via cnn
Warga di India melakukan kremasi massal jenazah di sebuah lapangan parkir di ibu kota India, New Delhi, karena krematorium sudah kewalahan di tengah peningkatan kasus kematian akibat covid-19, Kamis (23/4). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pelayanan kesehatan di India kolaps. Angka positif Covid-19 per hari menyentuh 400 ribu, sementara kasus meninggal dunia mencapai 3.421 per hari. Kondisi itu membuat tempat pembakaran jenazah atau krematoriun kolaps. 

Menurut penuturan Warga Negara Indonesia (WNI) di India Mohd. Agoes Aufiya, terdapat lahan parkir diubah alih fungsi menjadi krematorium

"Yang sebelumnya berfungsi jadi tempat parkir menjadi tempat krematorium di luar bangunan. Ini yang dilakukan pemerintah saat ini untuk mengatasi lonjakan jenazah yang ada," tutur Agoes dalam talkshow Tribunnews.com, Sabtu (1/5).

Mahasiswa Jawaharlal Nehru University (JNU) ini mengatakan rumah sakit di New Delhi semuanya melebihi kapasitas atau overload. Pemandangan pasien ada di luar rumah sakit lantaran terlalu penuh pun dapat terlihat. 

"Bahkan ada yang juga sampai meninggal dunia karena tidak tertangani. Dan dengan kenaikan angka masyarakat yang terdampak Covid dan meninggal dunia juga berpengaruh terkait yaitu jumlah krematorium," ucapnya.

Sehingga membuat antrean di krematorium. Karena itu pemerintah New Delhi berinisiatif untuk menambah ruang luar untuk kremasi."Yang mana saat ini begitu terbatas sebelumnya sempat terlihat antrean untuk kremasi atau pembakaran mayat," ucapnya.

Kemarin, India dilaporkan mencetak rekor harian kasus, yakni berada 3,2 juta kasus aktif dengan kasus kematian dalam 24 terakhir sebanyak 3.521. Para ahli menilai melonjaknya kasus di India disebabkan sejumlah faktor.Mulai dari faktor perilaku masyarakat yang abai, euforia berlebihan atas capaian vaksinasi di negara itu, sampai adanya varian mutasi ganda B1.167 yang diduga memiliki sifat lebih cepat menular.

Bagaimana kondisi di India saat ini?

Ya, saat ini di kota New Delhi tengah menjalani lock down di tingkat kota negara bagian sampai 3 Mei. Ini lock down perpanjangan kedua. Memang saat lock down ini kita tidak bisa ke luar rumah.

Bisa ke luar tapi tidak terlalu jauh. Hanya bisa di sekitar untuk beli barang-barang kebutuhan. Misalnya, beli sayur, beli beras, beli daging ayam, itu kita bisa diperbolehkan.Tapi kalau sampai kita ke luar rumah jauh, pergi ke mana, itu harus menggunakan e-pass atau izin elektronik. Dan melihat kondisi kasus Covid-19 saat ini dalam 24 jam terakhir bisa saya sampaikan terjadi pecah rekor kembali.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved