Breaking News:

Kopi Nusantara

Ingin Sejahterakan Petani Kopi, SHA Group Pertemukan Petani dan Konsumen

Demi mendukung kesejahteraan petani kopi di Jawa Tengah, Geray Kopi Nuswantara bekerjasama dengan SHA Group membuat acara yang bertajuk Cerita Kopi.

Tribun Jateng/ Faizal M Affan
Direktur SHA Group, Fredy Setyo Putro, memberikan sambutan 

Penulis: Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Demi mendukung kesejahteraan petani kopi di Jawa Tengah, Geray Kopi Nuswantara bekerjasama dengan SHA Group membuat acara yang bertajuk Cerita Kopi.

Acara yang diselenggarakan di Mal Sentraland Semarang ini, akan menghadirkan beberapa petani kopi di Jawa Tengah untuk dipertemukan langsung dengan para komunitas pecinta kopi di Kota Semarang.

Satu di antara punggawa Geray Kopi Nuswantara, yakni Dante Alghery SB, mengatakan sudah sejak tahun 2000 pihaknya bersama anggota membentuk sebuah koperasi petani kopi di Desa Babatan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Baca juga: Baznas Kendal Patok Pendapatan Zakat dan Infaq 2021 Rp 13 miliar

Baca juga: Peringati Hari Buruh, BP Jamsostek Kanwil Jateng DIY Salurkan 840 Paket Sembako ke Serikat Pekerja

Baca juga: Sate Beracun Bantul Diduga Salah Sasaran, Target Asli Enggan Menerima Bingkisan

Tujuan utama Ghery sapaan akrabnya, yaitu untuk mensejahterakan para petani kopi yang selama ini selalu tertekan dengan aturan tengkulak.

"Dari generasi ke generasi, petani kopi tidak pernah bisa sejahtera. Hidupnya ya begitu-begitu saja. Itu karena banyak tengkulak yang tega membeli kopi dengan harga serendah-rendahnya. Maka kami hadir untuk sedikit membantu mereka menciptakan sebuah ekosistem yang saling menguntungkan," jelasnya, Jumat (30/4/2021).

Jika semula kopi yang dipanen hanya dihargai Rp 3 ribu per kilo, Ghery berani membeli kopi olahan mereka dengan harga Rp 10 ribu per kilo. Sebab, Ghery menilai kopi arabika yang dihasilkan oleh petani di Banjarnegara memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

"Banyak orang yang bilang saya terlalu idealis. Karena justru mengesampingkan bisnis. Tapi saya tidak peduli. Bagi saya, petani bisa tersenyum, hidup saya bisa lebih cerah. Tapi memang sejatinya kopi di sini kualitasnya bagus," ucap Ghery.

Selain membentuk koperasi petani kopi di Kabupaten Banjarnegara, Ghery juga membentuk koperasi yang sama untuk petani kopi di Nglimut, Kabupaten Kendal.

"Kalau di Kendal ada sekitar 90 hektar lahan pertanian kopi. Sedangkan di Banjarnegara ada 170-an hektar lahan kopi. Terlebih kedua lokasi itu kini sudah sangat didukung oleh BUMN. Sehingga para petani sudah sangat nyaman karena diberikan berbagai fasilitas," tambahnya.

Acara yang berlangsung hingga 8 Mei 2021 ini, juga akan diisi dengan penampilan barista-barista terbaik untuk unjuk gigi menyajikan berbagai racikan kopi mereka.

Direktur SHA Group, Fredy Setyo Putro, selaku penyelenggara acara ini berkeinginan memberikan peluang yang lebih besar kepada petani kopi di Indonesia, supaya bisa dikenal hingga dunia mancanegara.

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta RCTI Sabtu 1 Mei 2021 Rahasia Elsa dan Riki Diketahui Mama Sarah

Baca juga: Hasil Penelitian Mengungkap Lama Durasi Bercinta yang Dibutuhkan Wanita untuk Mencapai Orgasme

Baca juga: Jelang Lebaran, Petugas Gabungan di Salatiga Sita 47, 5 Kilo Daging Glonggongan Dalam Operasi Asuh

"Kopi dari Jawa Tengah sebenarnya tidak kalah dengan kopi luar jawa. Tapi mengapa Indonesia masih berada di posisi ketiga setelah Vietnam. Harusnya minimal ada di posisi dua kalau tidak ya posisi pertama. Karena kopi Indonesia jauh lebih baik, hanya pengelolaannya dari hulu ke hilir yang perlu dibenahi," terangnya.

Tak hanya berakhir di sini saja. SHA Group juga berkeinginan menggelar acara yang lebih besar lagi guna bisa menjaring para pecinta kopi tanah air, untuk bertemu dengan para petani-petani hebat yang mampu mengolah kopi dengan berbagai citarasa.

"Petani-petani kopi kita sebenarnya keren-keren. Cuma sosok mereka selama ini tertutup karena masyarakat sudah terlalu lama menikmati kopi gunting. Padahal kopi tanpa gula lebih nikmat rasanya," pungkasnya.(afn)

Penulis: faisal affan
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved