Breaking News:

Berita Semarang

Anak Miliarder Semarang Merasa Difitnah, Tim Kuasa Hukum Ungkapkan Fakta Sebenarnya

Anak seorang miliarder Semarang, Agus Hartono, dikabarkan telah melakukan penipuan atas jual beli tanah.

Anak Miliarder Semarang Merasa Difitnah, Tim Kuasa Hukum Ungkapkan Fakta Sebenarnya
Istimewa
Kuasa hukum Agus Hartono, M Dias Saktiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anak seorang miliarder Semarang yang juga seorang pengusaha, Agus Hartono, dikabarkan telah melakukan penipuan atas jual beli tanah di beberapa daerah. Kerugian yang dituduhkan para oknum yang mengaku sebagai korban mencapai Rp 95 miliar.

Namun kuasa hukum Agus Hartono, M Dias Saktiawan, membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, tuduhan itu merupakan fitnah keji yang tak berdasar.

Dias justru mengungkapkan fakta bahwa beberapa oknum yang mengaku korban merupakan mafia tanah yang saat ini sudah ditetapkan tersangka oleh polisi dan beberapa di antaranya menjadi terlapor atas tindak pidana lainnya.

"Tuduhan pada klien kami itu fitnah yang keji. Justru kami mengapresiasi atas kinerja kepolisian satgas anti mafia tanah yang saat ini telah berhasil mengungkap oknum-oknum yang terlibat pada kasus dugaan mafia tanah sehingga beberapa di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Dias, dalam keterangannya, Sabtu (1/5/2021).

Upaya penanganan yang dilakukan pihak kepolisian, katanya, merupakan jawaban atas klaim kriminalisasi terhadap para korban. Dias mengatakan, polisi tentunya tak akan menetapkan seseorang sebagai tersangka tindak pidana tanpa alat bukti yang kuat.

Dias memaparkan, kasus dugaan mafia tanah yang terjadi di Kota Semarang, saat ini oknum yang mengaku korban yaitu WD telah ditetapkan Polrestabes Semarang sebagai tersangka atas tindak pidana dalam proses jual beli tanah.

"Dari penetapan tersangka WD oleh Polrestabes Semarang ini, bisa disimpulkan siapa sebenarnya yang mafia tanah. Karena klien kami selalu menyelesaikan seluruh kewajibannya sesuai akta otentik," jelasnya.

Kemudian, di Sleman, Yogyakarta, telah ada putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Sleman No. 578/Pid.B/2019/PN Smn terkait kasus pemalsuan dan penggelapan atas jual beli tanah yang menyatakan RR dan EMK terbukti bersalah dan dipidana.

"Dua terpidana itu saat ini sedang diperiksa lebih lanjut dalam dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Polda DI Yogyakarta, atas vonis pidana pokoknya yang sudah incraht," tambahnya.

Di Kudus, kasus mafia tanah juga sudah ditangani Polda Jawa Tengah. Penyidik Polda Jawa Tengah telah menetapkan NR dan AN sebagai tersangka kasus jual beli tanah.

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved